Berita Pertanian

SOSIALISASI PENYUSUNAN PETA GEOSPASIAL CETAK SAWAH

Administrator | Jumat, 18 Juni 2021 - 17:01:32 WIB | dibaca: 28 pembaca

PALEMBANG - Sosialisasi Penyusunan Peta Geospasial Cetak Sawah dilaksanakan di Aula BPTP Balitbangtan Sumsel, Jum'at (18/06/2021).

Kagiatan ini merupakan kerjasama antara BPTP Balitbangtan Sumsel, Dinas Pertanian TPH Provinsi Sumsel, dan Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) dalam upaya pemutakhiran data luas baku sawah di Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya saat membuka sosialisasi ini, Kepala BPTP Balitbangtan Sumsel (Dr. Ir. Atekan, M.Si) menyatakan bahwa dalam pelaksanaan pemutakhiran data luas baku ini perlu ketelitian karena berkenaan dengan berbagai aspek, seperti perkiraan produksi gabah, kebutuhan pupuk hingga kebutuhan impor beras.

Pada sosialisasi ini Dr. Ir. Chendy Tafakresnanto, MP., mempresentasikan mengenai GCP dalam pemetaan geospasial luas sawah. GCP (Ground Control Point) atau titik kontrol tanah adalah target besar yang ditandai di tanah, ditempatkan secara strategis di seluruh area survey dengan teknis dan preferensi tertentu. GCP dan koordinatnya kemudian digunakan untuk membantu perangkat lunak pemetaan drone untuk secara akurat memposisikan peta dengan kondisi nyata di sekitarnya. GCP berfungsi demikian untuk bisa merujuk lokasi referensi peta di masing-masing titiknya.

Sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan Dinas Pertanian dari delapan kabupaten, yaitu Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, OKU Timur, OKU, OKU Selatan, PALI, Musi Banyuasin, dan Musi Rawas.

Luas baku sawah yang tersebar di delapan kabupaten ini diperkirakan seluas 22.000 ribu ha. Kabupaten OKI menjadi kabupaten dengan luasan sawah terluas, yaitu sekitar 16.000 ha. (MDS, SH)