Info Teknologi

PELUANG PENGEMBANGAN TANAMAN KUMIS KUCING

Administrator | Kamis, 03 Juni 2021 - 12:40:42 WIB | dibaca: 29 pembaca

Sumber gambar: https://balittro.litbang.pertanian.go.id

Kumis kucing merupakan tanaman yang sangat prospek untuk dikembangkan karena berkhasiat obat. Tanaman ini berasal dari wilayah Afrika tropis dan menyebar ke wilayah Asia dan Australia. Di Indonesia, tanaman spesies Orthosiphon spp. ini banyak terdapat di dataran rendah maupun dataran tinggi Pulau Jawa. Tanaman kumis kucing termasuk tanaman obat, daunnya digunakan sebagai obat seperti memperlancar pengeluaran air kemih, pengobatan radang ginjal, batu ginjal, dan kencing manis. Kandungan kimia tanaman kumis kucing diantaranya garam kalium, saponin, alkaloid, minyak atsiri, glikosida, orthosiponin, tanin, flavonoid, asam organik, dan terpenoid.

Tanaman kumis kucing cukup mudah untuk dikembangkan, yaitu melalui perbanyak vegetatif dengan stek batang/cabang. Tanaman ini memerlukan sinar matahari penuh, naungan dapat menurunkan kadar ekstrak daun. Keadaan udara panas sampai sedang sangat baik untuk pertumbuhan tanaman ini, dengan ketinggian tempat optimum 500 – 1.200 dpl. Dengan pemeliharaan yang intensif, tanaman yang sangat baik bila ditanam di awal musim hujan ini akan menghasilkan daun basah sebanyak 6-9 ton/ha atau 1-2 ton/ha daun kering.   

Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat telah menghasilkan kumis kucing  Varietas Orisina 1 Agribun yang merupakan hasil seleksi populasi Cimanggu. Kandungan sinensetin varietas ini cukup tinggi, yakni 0,094 ± 0,01%. Sinensetin merupakan senyawa kimia yang berperan sebagai obat diabetes. Varietas Orisina 1 Agribun sesuai dikembangkan di dataran rendah sampai menengah dengan iklim basah sampai agak kering.

Gambaran Peluang Agribisnis

Pemakaian obat yang berasal dari bahan-bahan alami semakin diminati oleh masyarakat Indonesia maupun dunia, sehingga permintaan tanaman berkhasiat obat semakin bertambah. Hal ini menjadi peluang bagi tanaman kumis kucing sebagai salah satu tanaman berkhasiat obat untuk dikembangkan. Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor kumis kucing. Tahun 1987, Indonesia bahkan telah mengekspor 8.791.468 ton tanaman ini ke negara di Eropa Barat, Amerika, dan Singapura. Sebelumnya, pada tahun 30-an ekspor Indonesia untuk tanaman ini berkisar 23.296-47.414 ton. Adanya peningkatan permintaan bahan kering tanaman obat ini memerlukan teknologi budidaya untuk meningkatkan jumlah dan kualitas hasil tanamn kumis kucing.

Sumber:

https://balittro.litbang.pertanian.go.id/?page_id=5342

https://distan.jogjaprov.go.id/wp-content/download/tanaman_obat/kumis_kucing.pdf

https://industri.kontan.co.id/news/kimia-farma-genjot-ekspor-dari-obat-herbal.

Friska Sitorus*1 , Ani Suryani2 , dan Budi Suharjo. Usaha Tani dan Tataniaga Kumis Kucing di Kampung Ciwaluh dan Kampung Lengkong, Kabupaten Bogor. Manajemen IKM, Februari 2018 (10-18) Vol. 13 No. 1 ISSN 2085-8418 https://journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalmpi/

 

(Maya Dhania Sari, SP./Penyuluh BPTP Balitbangtan Sumsel)