Info Teknologi

KACANG KORO PEDANG (Canavalia gladiata)

Administrator | Jumat, 30 Juli 2021 - 14:24:08 WIB | dibaca: 25 pembaca

Kacang koro pedang (Canavalia gladiata) merupakan tanaman yang mampu tumbuh di lahan marjinal sehingga tidak perlu bersaing untuk memperebutkan tanah subur untuk menanamnya. Daun koro pedang berjari tiga dan cukup lebar dengan bentuk bundar seperti telur, lancip, dan memiliki bulu halus pada kedua sisinya. Bunga berbentuk tandan dengan mahkota bunga berwarna putih. Secara tradisional tanaman koro pedang digunakan untuk pupuk hijau, polong muda digunakan untuk sayur.

Biji koro pedang diselimuti kulit biji yang sangat tebal dan menempel kuat serta ukuran bijinya hampir tiga kali lebih besar dari biji kedelai. Buah berupa polong dengan bentuk lonjong panjang, ujungnya cenderung lebar. Biji koro pedang berbentuk lonjong dengan warna beragam, yakni: merah, merah muda, merah kecoklatan, hitam pekat, dan putih. Kandungan protein biji koro pedang mencapai 30,36% yang tidak berbeda banyak dengan protein kedelai sebanyak 35%. Dengan demikian koro pedang  salah satu pilihan terbaik sebagai pengganti kedelai. Karena ukurannya yang besar, biji koro pedang harus dicacah terlebih dahulu agar permukaan biji cukup luas untuk pertumbuhan ragi tempe. Beberapa daerah sudah menggunakan koro pedang sebagai bahan baku tempe, susu, tepung pengganti terigu, dan bungkil sebagai pengganti bungkil kedelai untuk pakan, minyak goreng, dan abon.

Secara botani tanaman koro pedang dibedakan ke dalam dua tipe tanaman yaitu: koro pedang yang tumbuh merambat (climbing) dengan biji merah (Canavalia gladiata (jack) DC.) dan koro pedang tumbuh tegak dengan biji putih (Canavalia ensiformis (L.) DC.)  Tipe merambat (Canavalia gladiata) dikenal dengan Swordbean tersebar di Asia Tenggara, India, Myanmar, Ceylon dan negara-negara Asia Timur. Koro pedang tipe tegak/perdu, polongnya dapat menyentuh permukaan tanah sehingga disebut Koro Dongkrak (Jackbean). Koro pedang (Canavalia gladiata), berasal dari Asia atau Afrika. Koro pedang ditanam secara luas di Asia Selatan dan Asia Tenggara, terutama di India, Srilanka, Myanmar, dan Indo-China. Kini, koro pedang telah tersebar di seluruh daerah tropis dan telah beradaptasi di beberapa daerah termasuk Indonesia. Di Sumatera Selatan koro pedang ini dikembangkan di Kecamatan Teluk Gelam.

Manfaat Kacang Koro Pedang

Ekstrak biji koro pedang dapat meningkatkan ketahanan tubuh dan mencegah penyakit kanker. Namun, biji koro pedang tidak dapat dimakan secara langsung karena akan menimbulkan rasa pusing disebabkan mengandung zat toksik, yaitu: kholin, asam hidrozianine, trogonelin, dan glukosianida dan asam fitat yang merupakan senyawa anti gizi, namun dapat dinetralkan dengan perendaman, perebusan, pengupasan kulit biji dan difermentasikan. Biji koro pedang memilki kandungan canavanine yang sangat tinggi (88–91%). Canavanine merupakan suatu senyawa asam amino yang mirip Arginin. Arginin adalah salah satu dari 20 asam amino yang digunakan oleh organisme untuk menyusun protein. Apabila canavanine dikonsumsi, senyawa ini akan bergabung ke dalam protein yang biasa ditempati oleh Arginin. Biji koro pedang juga mengandung vitamin B1 dan B2.

Peluang Pasar Koro Pedang 

Koro pedang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan karena mudah dibudidayakan dan ditumpangsarikan dengan ubi kayu, jagung, sengon, kopi, kakao, dan lain-lain. Peluang pasar yang menjanjikan antara lain permintaan dari Korea, Jepang, dan Amerika Serikat. Tanaman ini juga toleran kekeringan dan adaptif pada lahan kering masam. Tanaman koro pedang dapat tumbuh pada segala jenis tanah, termasuk tanah marjinal.

Sumber :

https://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/infotek/prospek-aneka-kacang-potensial-  koro-pedang-sebagai-pengganti-kedelai/

https://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/infotek/koro-pedang-tanaman-berpotensi-belum-tereksploitasi/

https://www.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi/4175/

(Siti Khusniyati, SP/ Penyuluh Pertanian BPTP Balitbangtan Sumsel)