Berita Pertanian

BPTP SUMSEL SIAP MEMBANTU PENGAWALAN PENGEMBANGAN PADI ORGANIK DI WILAYAH KABUPATEN OKU TIMUR

Administrator | Senin, 16 Mei 2016 - 14:15:46 WIB | dibaca: 1094 pembaca

Palembang (22-03-2016). Kesadaran dari masyarakat akan bahaya pemakaian bahan sintetis dalam pertanian dan semakin arifnya dalam memilih bahan pangan (beras, buah-buahan, sayuran) yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan menjadi pendukung pengembangan padi organik.  Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas TPH Kab. OKU Timur Ir. Ruzuan Efendi, MM bahwa pengembangan padi organik di Kabupaten OKU Timur sudah mulai dikembangkan sejak Tahun 2009, sampai saat ini terdapat +149 Ha lahan yang telah dimanfaatkan untuk pengembangan kegiatan pertanian organik, tersebar di 7 (tujuh) Kecamatan yang pemasarannya sudah meluas di Kabupaten OKU Timur bahkan sudah ada yang ke luar Provinsi Sumatera Selatan. Akan tetapi dalam pengembangannya terdapat permasalahan-permasalahan yang dihadapi, untuk itulah Kepala Dinas TPH Kab. OKU Timur beserta jajarannya dan beberapa pelaku usaha pertanian organik Kab. OKU Timur melakukan kunjungan ke BPTP Sumsel pada hari Selasa 22 Maret 2016 yang lalu.

 

IMG_5198.a IMG_5192.a

 

Kunjungan Kepala Dinas TPH Kab. OKU Timur beserta rombongan ini bertujuan untuk melakukan diskusi pengawalan pengembangan padi organik di wilayah Kab. OKU Timur, dari diskusi ini diharapkan BPTP Sumsel dapat memberikan informasi dan pendampingan terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Diskusi yang dibuka langsung oleh Kepala BPTP Sumsel Dr. Harmanto yang dihadiri Peneliti/Penyuluh BPTP Sumsel ini diawali dengan paparan materi mengenai tahapan pengembangan padi organik mulai dari sistem budidaya, pengolahan hasil panen sampai sertifikasi beras organik. Materi ini disampaikan  oleh Peneliti Balai Besar Padi Ir.Lalu N. Zarwazi, MSi, Peneliti Balai Besar Pasca Panen Ir. Suismono, MSi dan Peneliti BPTP Sumsel Ir. Waluyo, MSI.  Pada akhir diskusi, Kepala BPTP Sumsel menyatakan kesiapan BPTP Sumsel dan Narasumber untuk membantu mendampingi pelaksanaan kegiatan di lapangan. Bantuan langsung akan diberikan berupa 2 unit PUTS yang nantinya digunakan dalam analisa contoh tanah di lapangan (Ed, YJ).