Berita Pertanian

TIM SDG BPTP LAKUKAN KARAKTERISASI BUAH TAMPOI DAN PISANG ROTAN KABUPATEN MURATARA

Administrator | Jumat, 20 Maret 2020 - 10:33:12 WIB | dibaca: 25 pembaca

MUSIRAWAS UTARA - Pada tahun ini BPTP Balitbangtan Sumsel melaksanakan Kegiatan Percepatan Pendaftaran Varietas Lokal yang merupakan kegiatan lanjutan Tahun 2019. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Pusat Perlindungan Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) dan BBP2TP dengan seluruh BPTP di Indonesia.

Koordinasi, identifikasi dan karakterisasi merupakan langkah awal dalam mendorong percepatan pendaftaran varietas lokal. Pada tanggal 17-18 Maret 2020, Tim SDG BPTP Balitbangtan Sumsel (Dr. Ir. Yustisia, M.Si, Fuady Irsan, SP, M.Si., dan Maulida Surayya, SP) melakukan koordinasi di Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Pertemuan dilaksanakan dengan Kepala Dinas (Ir. Suhardiman, MSi), Kabid Produksi-TPH dan Ka BPP (Kec. Karang Dapo, Kec. Rawas Ulu dan Ulu Trawas).

Dalam pertemuan ini, Kepala Dinas menyampaikan siap mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian plasma nutfah spesifik Muratara. Diharapkan kegiatan ini dapat bersinergi dengan usulan rencana inisiasi kebun koleksi plasma nutfah. Lokasi kebun direncanakan di kawasan perkantoran baru Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara seluas 5-10 ha.

Dari hasil laporan Koordinator BPP, telah diidentifikasi beberapa varietas lokal spesifik Kabupaten Muratara, antara lain padi paing kancil, padi biji duku, telo rambat, buah tampoi dan pisang rotan/pisang ruatan. Untuk rencana tindak lanjut, Kepala Dinas menugaskan seluruh Koordinator BPP segera menginventarisasi/mengidentifikasi varietas lokal untuk selanjutnya hasil tersebut dilaporkan ke BPTP Balitbangtan Sumsel.

Setelah koordinasi, Tim SDG melakukan karakterisasi buah Tampoi di Desa Kampung Portal, Kec. Karang Jaya dan pisang rotan/ruatan di Desa Taba Remanik, Kec. Selangit. Dua komoditas ini sangat spesifik dan mulai langka, sehingga sangat berpeluang untuk dikembangkan sekaligus dilestarikan.

Warna buah tampoi kuning sedikit orange. Isi buahnya manis dan melekat dalam buah mirip buah manggis. Rangkaian buah Tampoi (terdiri 3-7 buah) melekat hampir pada batang, ranting dan ada yg dekat permukaan tanah sehingga pengembangan nya sebagai kebun koleksi monokultur akan sangat berpotensi sebagai destinasi wisata. SDG lainnya yang mulai langka adalah pisang rotan/ruatan. Pisang ini cukup unik (ukuran kecil, warna kulit masak hijau) dan harum. Dengan ukuran kecil dan beraroma harum, pisang ini tidak diperjualbelikan. Pisang ini sangat berpotensi sebagai sumber gen dalam program pemuliaan. (Ysa, MDS, SH)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)