Berita Pertanian

TIM BPTP GALI INFORMASI EKSISTING PERTANIAN DI DESA CALON LOKASI KEGIATAN

Administrator | Senin, 16 Maret 2020 - 10:13:53 WIB | dibaca: 34 pembaca

MUSI BANYUASIN - Penanggung Jawab Kegiatan Perakitan Model Pengembangan Kawasan Pertanian Sejahtera Berbasis Pertanian Industri (Ir. Yanter Hutapea, MSi) dan Tim (Tumarlan Thamrin, SP., MP) pada tanggal 13-14 Maret 2020 melaksanakan koordinasi dan survei dalam rangka pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan diawali dengan koordinasi yang didahului dengan mencari informasi peluang mendapatkan lokasi kegiatan di agroekosistem pasang surut.

Kunjungan dilakukan ke Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin. Informasi yang diperoleh bahwa luas persawahan di desa ini lebih kurang 600 ha. Kondisi saat ini persawahan menunjukkan pertanaman yang tidak serentak. Pertanaman yang akan datang pada MK dapat dilakukan pada bulan Mei 2020 ini. Petani di Desa Pinang Banjar ini sudah menaman padi dengan IP 200, dimana pada MK hasil panennya hanya separuh dari MK. Hasil panen MH dalam bentuk GKP berkisar 4,3 5 t/ha.

Di Desa Pinang Banjar terdapat satu Gapoktan (Prima Asih) yang terdiri dari 16 kelompok tani. Koordinasi yang dilakukan dengan ketua gapoktan dan petani setempat disepakati untuk melakukan kegiatan Pengembangan Kawasan Pertanian atau Kawasan Pertanian Berbasis Inovasi di desa ini. Tim kegiatan menyampaikan bahwa pada lokasi kegiatan dapat dilaksanakan Demfarm seluas 50 ha bahkan lebih.

Tim BPTP melakukan kunjungan baik pada lokasi persawahan maupun di lokasi penggilingan padi. Pada lokasi persawahan yang dikunjungi, Tim BPTP mengambil sampel tanah untuk diuji menggunakan PUTR dalam rangka penentuan dosis pemupukan.  

Pada lokasi terdapat empat penggilingan padi, salah satunya sudah memiliki pengering dengan bahan bakar sekam, namun tidak beroperasi, karena masyarakat lebih memilih menjemurnya sendiri. Hasil panen biasanya disimpan petani dalam bentuk GKG dan digiling untuk dijadikan beras baik untuk dijual ataupun dikonsumsi. Dengan demikian sisa hasil samping padi seperti sekam dan dedak tetap berada dan dimanfaatkan dalam desa. Sehingga untuk aktivitas diversifikasi hasil berbasis padi dapat dilakukan di wilayah ini baik dalam wujud perbaikan kualitas beras, pembuatan bio-char, bio-silica dan asap cair. Untuk pelaksanaan panen masyarakat sudah menggunakan combine harvester, meskipun masih ada juga yang menggunakan regu panen dan dirontok dengan power threser. Kunjungan yang dilakukan ke penggilingan padi menunjukkan saat ini mutu beras yang dihasilkan masih rendah. (YH, YJ, SH)










Komentar Via Website : 1
Arifin Setio
18 Maret 2020 - 23:03:48 WIB
Semoga informasi yg dinginkan bisa langsung dapat dan segala kegiatan yg berlangsung berjalan dengan baik. amin.
http://dev.riehlworldview.com
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)