Info Teknologi

TEKNOLOGI PENYADAPAN KARET

Administrator | Selasa, 10 September 2019 - 09:36:49 WIB | dibaca: 29 pembaca

Karet merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Provinsi Sumsel. Secara umum produktivitas komoditas karet Sumsel masih rendah, hal ini disebabkan beberapa hal, antara lain tanaman yang disadap sudah tua, benih yang digunakan petani tidak unggul, serangan hama dan penyakit, serta teknik penyadapan yang tidak sempurna.

Penyadapan merupakan salah satu langkah penting dalam budidaya karet yang bertujuan untuk membuka pembuluh lateks pada kulit pohon agar lateks cepat mengalir. Oleh karena itu, penyadapan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak kulit tersebut. Jika terjadi kesalahan dalam penyadapan maka produksi lateks karet akan berkurang.

Teknik Penyadapan Karet

Menentukan matang sadap. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah menentukan matang sadap. Matang sadap pohon apabila sudah mampu diambil lateksnya tanpa menyebabkan gangguan terhadap pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Kesanggupan tanaman untuk disadap dapat ditentukan berdasarkan umur dan lilit batang. Diameter untuk pohon layak sadap setidaknya 45cm dengan tebal kulit minimal 7 mm. Pohon karet biasanya dapat disadap sesudah berumur 5-6 tahun.

Setelah matang sadap, hal yang harus diperhatikan selanjutnya adalah matang sadap kebun. Matang sadap kebun jika jumlah tanaman matang sadap sudah mencapai >60%. Misal 1 ha kebun karet berisi 555 batang (jarak tanam 6x3 m), maka matang sadap kebun bila pohon sudah mencapai 333 pohon.

Persiapan buka sadap. Peralatan sadap menentukan keberhasilan penyadapan, semakin baik alat yang digunakan semakin bagus lateks yang didapatkan. Peralatan sadap yang digunakan antara lain: Mal sadap berfungsi membuat gambar sadapan yang menyangkut kemiringan sadapannya dan Pisau sadap. Pisau sadap ada dua, pisau sadap atas dan pisau sadab bawah. Pisau sadap harus mempunyai ketajaman yang tinggi karena berpengaruh pada kecepatan menyadap dan kerapian sadapan.

Talang Lateks (Spout). Talang lateks berfungsi untuk mengalirkan cairan lateks atau getah karet dari irisan sadap ke dalam mangkok. Talang lateks terbuat dari seng dengan lebar 2,5 cm dan panjangnya antara 8-10 cm. Pemasangan talang lateks pada pohon karet dilakukan dengan cara ditancapkan 5cm dari titik atau ujung terendah irisan sadapan dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak lapisan cambium.

Mangkok atau cawan berfungsi sebagai penampung lateks yang mengalir dari bidang irisan melauli talang. Mangkok terbuat dari plastic atau alumunium karena tahan lama dan bisa menjamin kualitas lateks. Mangkok dipasang 10 cm dibawah talang.

Cincin Mangkok berfungsi sebagai tempat meletakkan mangkok sadap atau cawan. Bahan yang digunakan untuk pembuatan cincin mangkok ini adalah kawat. Diameter cincin dibuat sedikit lebih besar dari ukurang mangkok sadap agar mangkok bisa masuk kedalam cincin.

Tali cincin berfungsi sebagai tempat untuk melekatkan cincin mangkok sehingga mutlak harus disediakan. Biasanya tali cincin terbuat dari kawat. Letaknya pada pohon karet disesuaikan dengan keadaan cincin mangkok, jangan sampai terlalu jauh dari cincin mangkok.

Meteran Gulung (rol meter) berfungsi untuk menentukan tinggi bidang sadap (meteran kayu) dan mengukur lilit batang pohon karet (meteran gulung).

Pisau Mal besi berujung runcing dan bertangkai untuk menorah kulit sewaktu menggambar bidang sadap

Kayu panjang 130 cm dengan plat seng dengan lebar 6 cm, panjang 50-60 cm dipakukan pada ujung kayu dengan sudut 12°.  

Penggambaran Bidang Sadap

Penggambaran bidang sadap dilakukan pada pohon yang sudah matang sadap yang ditetapkan berdasarkan kriteria antara lain: tinggi bukaan sadap, arah dan sudut kemiringan irisan sadap, panjang irisan sadap, dan letak bidang sadap. Penggambaran bidang sadap tanaman okulasi tidak sama dengan tanaman yang berasal dari biji. Penggambaran bidang sadap pada tanaman okulasi setinggi 130 cm  DPO dan tanaman seedling setinggi 100 cm. Arah penyadapan dari arah kiri kekanan bawah agar pembuluh lateks posisinya dari akan atas ke kiri bawah membentuk sudut 3,7° dengan bidang datar. Sudut kemiringan bidang sadap bawah sudutnya 30-40° terhadap bidang datar dan bidang sadap atas sudutnta 45°. Kemiringan irisan sadap berpengaruh pada jumlah pembuluh lateks yang terpotong  dan aliran lateks kearah mangkuk sadap.  Panjang Irisan Sadap (PIS) dipengaruhi oleh: produksi dan pertumbuhan, konsumsi kulit, keseimbangan produksi jangka panjang, kesehatan tanaman, letak bidang sadap, arah timur barat (pada jarak antar tanaman yang sempit) untuk mempercepat penyadapan dan mudah dikontrol

Pemasangan Talang Sadap dan Mangkuk Sadap

Talang sadap dipasang dibawah ujung irisan sadap bagian bawah dengan tujuan agar tidak mengganggu penyadapan . Lateks dapat mengalir dengan baik dan tidak banyak meninggalkan bekuan. Selanjutnya mangkuk sadap diletakkan diatas cincin mangkuk dan diikat dengan tali ke batang.

 

Pelaksanaan Penyadapan

Kedalaman irisan sadap dianjurkan 1-1,5 mm dari cambium dengan ketebalan sadap sekitar 1,5-2,0 mm. Frekuensi penyadapan 2 tahun pertama dilakukan 3 hari sekali, tahun selanjutnya 2 hari sekali . Waktu penyadapan sebaiknya dilakukan pada jam 5.00 – 7.30 pagi

 

Sumber:

Adri dan Joko Supriyanto. Teknologi Penyadapan Karet. http://jambi.litbang.pertanian.go.id/ind/images/PDF/leafletkaret09.pdf

http://www.worldfriend.web.id/indonesia/provinsi-sumatera-selatan

(Annisa, SP/ Penyuluh BPTP Balitbangtan Sumsel)










    Komentar Via Website : 2
    EzTekno
    10 September 2019 - 15:17:57 WIB
    Cara Membuat Podcast di Spotify https://eztekno.com/cara-membuat-podcast-spotify/
    dramasquare.com
    17 September 2019 - 15:22:54 WIB
    <a href="https://dramasquare.com/">dramasquare.c om< /a>
    AwalKembali 1 LanjutAkhir


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)