Info Teknologi

PENYAKIT BUSUK BATANG PADA TANAMAN TERONG

Administrator | Selasa, 03 September 2019 - 10:39:24 WIB | dibaca: 56 pembaca

Budidaya tanaman terong, baik terong ungu, terong lalap, terong belanda, terong putih ataupun terong hijau pasti terdapat kendala yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman, diantaranya adalah serangan penyakit. Serangan  penyakit dapat menimbulkan hal yang merugikan seperti pertumbuhan lambat, produktivitas menurun dan gagal panen bahkan tanaman mengalami kematian. Salah satu penyakit yang menyerang tanaman terong adalah penyakit busuk batang.

Penyakit busuk batang pada tanaman terong disebabkan oleh cendawan Phytopthora capsici dan Phytopthora infestans. Pada musim penghujan dengan curah hujan yang sangat tinggi, dengan kelembaban yang tinggi intensitas serangan cendawan cepat meningkat dan berkembang biak dengan cepat. Spora cepat menyebar dan menginfeksi dari satu tanaman ke tanaman terong yang lainnya. Hujan yang terus menerus, tanah selalu basah, udara lembab dan hangat merupakan kondisi yang cocok bagi cendawan Phytopthora berkembang biak.  Serangan penyakit ini jika tidak segera dilakukan pengendalian dengan tepat bisa menyebabkan kerugian yang sangat besar karena gagal panen.

Gejala dan Penyebab Penyakit Busuk Batang

Terdapat bercak berwarna kecoklatan pada pangkal batang, cabang, maupun bagian pucuk tanaman. Bercak tersebut jika disentuh terasa lembek, kulit mudah terkelupas dan lama kelamaan bercak berubah warna menjadi kehitaman. Bagian tanaman yang terserang akan layu, menguning, kering, dan mati. Jika tidak segera dilakukan tindakan pengendalian, bercak pada batang atau cabang akan merembet kebawah hingga akar tanaman. Serangan terparah adalah jika cendawan Phytopthora capsici dan Phytopthora infestans menginfeksi batang utama atau pangkal batang tanaman terong. Sebab tanaman yang terinfeksi sudah bisa dipastikan tidak bisa diselamatkan, karena tanaman akan layu, menguning, mengering, dan mati secara keseluruhan.

Pencegahan Busuk Batang pada Tanaman Terong

Pencegahan pada Saat Pembibitan Terong

Untuk mencegah busuk batang pada saat pembibitan, yaitu dengan menggunakan benih yang berkualitas yang tahan terhadap cendawan Phytopthora. Jika membuat benih sendiri, gunakan benih dari tanaman yang sehat dan tidak terinfeksi  Phytopthora, dan tidak berdekatan jauh dari tanaman terong terinfeksi. Selanjutnya bersihkan tanah yang akan digunakan untuk menyemai benih terong dari sisa – sisa akar tanaman lain. Tanah yang akan digunakan untuk menyemai benih terong dikukus dengan suhu 100ºC selama + 30 Menit, hal ini bertujuan untuk mematikan jamur Phytopthora  yang kemungkinan ada pada tanah.

Buat naungan pembibitan dengan plastik transparan agar terhindar dari siraman air hujan secara langsung. Jarak semai diatur tidak terlalu rapat agar area pembibitan tidak terlalu lembab, dan segera cabut dan musnahkan jika terdapat bibit terong yang terinfeksi. Untuk menghindari serangan OPT, setelah berumur 7 – 8 hari, bibit dipindahkan ke bumbunan / polybag baby dengan media yang sama (tanah dan pupuk kandang steril). Penyiraman dilakukan setiap hari. Bibit siap ditanam di lapangan setelah berumur 4 – 5 minggu/ sudah mempunyai 4 – 5 daun.

Tindakan pencegahan Busuk Batang saat Pengolahan Lahan

Saat pengolahan lahan, bersihkan lahan dari sisa – sisa tanaman sebelumnya karena ada kemungkinan  tanaman terinfeksi jamur Phytopthora. Lahan yang akan digunakan untuk budidaya tanaman terong diolah (dibajak/cangkul) terlebih dahulu lalu dibiarkan selama 2 – 3 minggu untuk memaatikan spora yang kemungkinan ada didalam tanah. Bedengan dibuat dengan tinggi yang disesuaikan agar air tidak menggenangi lahan dan tanaman saat musim hujan.

Jika pH tanah dibawah 6,0 maka beri kapur dolomite, pH ideal 6,5 – 7,0. Jika pH dibawah 6,0 (tanah asam) jamur Phytopthora mudah berkembang biak. Gunakan pupuk kompos / kandang yang sudah lama, lebih baik lagi jika dilengapi dengan trichoderma atau pupuk kandang hasil fermentasi. Semprot / siram lahan dengan larutan trichoderma sebelum pemasangan mulsa sesuai dosis yang dianjurkan. Trichoderma bermanfaat untuk menekan perkembanganbiakan cendawan Phytopthora dan cendawan lainnya.

Gunakan mulsa plastik untuk meminimalisir srangan dan penyebaran penyakit busuk batang. Gunakan pupuk nitrogen sesuai kebutuhan, jangan berlebihan karena tanaman akan menjadi sukulen sehingga akan sangat disenangi oleh penyebab penyakit atau kekurangan, tanaman yang kekurangan N pertumbuhannya kurang subur ditandai daun kuning akibatnya tanaman akan lebih mudah sakit disbanding tanaman yang cukup nutrisinya. Tanaman terong yang kelebihan nitrogen rentan terhadap serangan berbagai macam penyakit. Untuk meningkatkan daya tahan tanaman terong agar tidak mudah terinfeksi penyakit, ushakan agar tanaman tidak kekurangan unsur kalium (K). Tanaman terong memiliki daun yang lebar yang dapat menyebabkan tanah menjadi lembab. Atur jarak tanam, jangan terlalu rapat agar area tanaman tidak terlalu lembab terutama jika budidaya dimusim penghujan.

Tindakan Pencegahan Penyebaran Busuk Batang Pada Tanaman Terong

Setelah pemindahan mulai umur 10 HST kocor tanaman dengan trichoderma lakukan setiap 7 hari sekali (Dosis lihat pada kemasan produk yang digunakan). Tanaman terong yang terinfeksi segera dicabut dan dimusnahkan. Taburkan dolomit dan kocor dengan Trichoderma pada bekas lubang tanaman terong. Setelah mencabut tanaman terong yang terinfeksi segera cuci tangan karena spora Phytopthora capsici bisa menyebar melalui tangan yang kontak langsung dengan tanaman terong yang terinfeksi. Hindari penyiraman dengan sistem penggenangan sebab spora Phytopthora dapat menyebar dengan cepat melalui air tersebut dan menginfeksi tanaman terong lainnya.

Pengendalian Busuk Batang Pada Tanaman Terong Dengan Fungisida

Pengendalian penyakit busuk batang pada tanaman terong bisa dilakukan dengan penyemprotan fungisida berbahan aktif mancozeb. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal gunakan 2 atau 3 jenis fungisida dengan bahan aktif yang berbeda. Penyemprotan fungisida kimia dilakukan jika intensitas serangan busuk batang sudah melewati ambang kendali. Lakukan penyemprotan secara bergantian dengan dosis sesuai anjuran dan jangan lupa tambahan perekat. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari sebelum matahari terik. Ulangi penyemprotan setiap 2 atau 3 hari sekali.

Sumber :  

https://mitalom.com/penyakit-busuk-batang-pada-tanaman-terung/

https://Balitsa.litbang.pertanian.go.id/

(Siti Khusniyati, SP dan Sarni, SP/Penyuluh Pertanian BPTP Balitbangtan Sumsel)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)