Info Teknologi

MENGENAL BELALANG JAGUNG

Administrator | Selasa, 17 September 2019 - 10:35:36 WIB | dibaca: 43 pembaca

Belalang (Locusta migratoria) merupakan hama yang sering ditemukan di areal pertanaman jagung. Jenis belalang yang senang hidup di daerah yang kering ini memakan daun-daun tanaman jagung, daun yang diserang akan rusak dan habis dimakan. Kerusakan tanaman akibat serangan hama ini biasanya tidak serius, tetapi berpengaruh terhadap produktivitas tanaman jagung.

 

Seekor belalang betina mampu menghasilkan enam sampai tujuh kantong telur dalam tanah dengan jumlah 40 butir per kantong. Imago betina hanya membutuhkan satu kali kawin untuk meletakkan telur-telurnya dalam kantong-kantong. Sementara imago jantan yang memiliki warna kuning mengkilap berkembang lebih cepat dibandingkan dengan betinanya. Lama hidup dewasa adalah 11 hari. Siklus hidup rata-rata 76 hari sehingga dalam setahun dapat mengahsilkan empat sampai lima generasi di daerah tropis utamanya Asia Tenggara, sementara di daerah Subtropis serangga ini hanya menghasilkan satu generasi per tahun.

 

Dalam kehidupan dan perkembangan koloni belalang kembara dikenal mengalami tiga fase pertumbuhan populasi, yaitu: fase soliter, fase transien, dan fase gregaria.

Fase “soliter”. Pada fase ini belalang hidup sendiri-sendiri dan tidak menimbulkan kerugian atau kerusakan tanaman.

Fase “gregaria”.Pada fase gregaria, belalang kembara hidup bergerombol dalam kelompok-kelompok besar, berpindah-pindah tempat dan menimbulkan kerusakan tanaman secara besar-besaran pula.

Fase "transien". Fase ini merupakan fase yang dilalui saat perubahan fase dari soliter ke gregaria dan sebaliknya dari gregaria kembali ke soliter yang dipengaruhi oleh kondisi iklim. Perubahan fase soliter ke fase gregaria biasanya dimulai pada awal musim hujan setelah melewati musim kemarau yang cukup kering (dibawah normal). Pada kondisi tersebut, biasanya terjadi peningkatan konsentrasi populasi belalang soliter yang berdatangan dari berbagai lokasi ke suatu lokasi yang secara ekologis sesuai untuk berkembang. Lokasi tersebut biasanya mempunyai lahan yang terbuka atau banyak rerumputan, tanahnya gembur berpasir, dekat sumber air (sungai, danau, rawa) sehingga kondisi tanahnya cukup lembab.

 

Belalang kembara fase gregaria aktif terbang pada siang hari dalam kelompok-kelompok besar. Pada senja hari, kelompok belalang hinggap pada suatu lokasi, biasanya untuk bertelur pada lahan-lahan kosong, berpasir, makan tanaman yang dihinggapi dan kawin. Pada pagi harinya, kelompok belalang terbang untuk berputar-putar atau pindah lokasi. Pertanaman yang dihinggapi pada malam hari tersebut biasanya dimakan sampai habis. Sedangkan kelompok besar nimfa (belalang muda) biasanya berpindah tempat dengan berjalan secara berkelompok. Sepanjang perjalanan biasanya juga memakan tanaman yang dilewatinya.

Tanaman yang paling disukai belalang kembara adalah kelompok “Graminae”yaitu padi, jagung, sorgum, tebu, alang-alang, gelagah dan berbagai jenis rumput. Selain itu, belalang dapat memakan daun kelapa, bambu, kacang tanah, petsai, sawi, kubis daun. Tanaman yang tidak disukai antara lain kacang hijau, kedelai, kacang panjang, ubi kayu, tomat, ubi jalar dan kapas. Gejala serangan belalang tidak spesifik tergantung pada tipe tanaman yang diserang dan tingkat populasi dari spesies ini. Biasanya bagian tanaman pertama yang diserang adalah daun dan termakan hampir keseluruhan daun termasuk tulang daun jika serangannya berat. Selain itu, spesies ini dapat pula memakan batang dan tongkol jagung jika populasinya sangat tinggi dengan sumber makanan terbatas.

 

Sumber:

Adriyati FY, Kiswanto, GO Manurung. 2014. Petunjuk Teknis Mengendalikan Hama dan Penyakit Pada Tanaman Jagung dan Kedelai. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian.

A.M. Adnan. Teknologi Penanganan Hama Utama Tanaman Jagung. Prosiding Seminar Nasional Serealia 2009. ISBN :978-979-8940-27-9 http://balitsereal.litbang.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2016/12/515.pdf diakses tanggal 22 Mei 2019.

Enceng Surachman dan Widada Agus Suryanto. Hama Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Masalah da Solusinya. 2007. Kanisius. Yogyakarta.

(Maya Dhania Sari, SP/ Penyuluh Pertanian BPTP Balitbangtan Sumsel)










    Komentar Via Website : 2
    Online Internet Banking
    20 September 2019 - 21:48:15 WIB
    mantap,,,Terima Kasih Buat Ilmunya

    www.maspenyo.com
    berita viral
    21 September 2019 - 00:12:44 WIB
    bisa kunjungi website berita

    http://hisyam38.blogspot.com
    AwalKembali 1 LanjutAkhir


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)