Info Teknologi

HAMA TANAMAN BUAH NAGA

Administrator | Senin, 23 September 2019 - 09:34:59 WIB | dibaca: 62 pembaca

Teknik budidaya tanaman yang tepat mulai dari pemilihan benih sehat, pemupukan, perawatan, hingga sanitasi lahan terjaga dapat mengurangi resiko serangan hama sehingga serangan seringkali diabaikan. Walaupun serangan hama yang terjadi tidak mengakibatkan kerugian panen namun apabila diabaikan tetap akan mengurangi hasil produksi.

Buah naga merupakan salah satu komoditas buah yang sedang naik daun. Rasanya yang manis dan segar, ditambah penampilannya yang menarik mampu memikat hati konsumen. Tanaman buah naga seperti halnya tanaman buah lainnya memiliki musuh hama, salah satunya yang kerap menyerang yaitu Kutu Putih atau Kutu Kebul (Bemisia tabaci).      

Kutu Putih atau Kutu Kebul (Bemisia tabaci) merupakan serangga yang sangat berbahaya karena berperan sebagai vektor penular virus tanaman. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 60 jenis virus yang berpotensi ditularkan oleh Kutu Putih. Kerugian akibat serangan Kutu Putih dapat mencapai 20-100%. Kutu Putih ditemukan di kulit buah maupun sisik buah, juga ditemukan di sulur yang tidak terkena cahaya matahari secara langsung.

Kutu putih dewasa berukuran 1-1,5 mm, berwarna putih, dan sayapnya ditutupi lapisan lilin yang bertepung. Serangga dewasa biasanya berkelompok pada permukaan bagian bawah cabang. Jika tanaman disentuh biasanya serangga akan beterbangan seperti kabut atau kebul putih. Kutu putih mengundang semut yang mampu melindunginya dari predator dan bersama-sama menyerang buah naga sehingga merusak penampilan dan mengurangi rasa manis buah naga.

Tanaman buah naga yang terserang kutu putih akan menampilkan ciri lapisan lilin berwarna putih. Sementara gejala serangan Kutu Putih pada tanaman buah naga ditandai dengan adanya bercak nekrotik akibat rusaknya sel-sel dan jaringan tanaman pada batang atau cabang yang terserang. Ekskresi Kutu Putih berupa madu merupakan media tempat tumbuhnya embun jelaga yang berwarna hitam yang dapat menggangu proses fotosintesis tanaman.

Pengendalian hama Kutu Putih dapat dilakukan secara kultur teknis, yaitu dengan menerapkan metode strip-planting yaitu penerapan tanaman perangkap. Tanaman perangkap bisa ditanam mengelilingi areal budidaya buah naga sehingga membentuk pagar yang rapat. Beberapa tanaman yang efektif digunakan sebagai perangkap Kutu Putih antara lain, jagung, bunga matahai, kacang panjang, dan buncis. Selain itu, pengendalian gulma sebagai inang Kutu Putih juga harus dilakukan secara rutin. Untuk mengurangi populasi serangga bisa dengan pemasangan alat perangkap yellow trap sebanyak 40 buah/ha.

Pengendalian hama Kutu Putih dapat juga dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami Kutu Putih, antara lain Kumbang predator Menochilus sexmaculatus (Coccinelidae) yang memiliki kemampuan memangsa nimfa Kutu Putih sebanyak 200-400 ekor selama siklus hidup 18-24 hari. Satu ekor kumbang betina mampu menghasilkan telur sebanyak 3.000 butir. Selain itu predator Parasitoid Encarcia Formosa juga dapat mengendalikan hama Kutu Putih.

Penyemprotan pestisida nabati juga dapat mengendalikan serangan hama Kutu Putih. Pestisida alami yang dapat digunakan antara lain nimba, tagetes, eceng gondok, dan rumput laut yang diberikan secara rutin dengan interval 3-4 hari sekali.

Untuk memperkuat kondisi tanaman agar mampu bertahan dari infeksi virus yang ditularkan oleh Kutu Putih maka diperlukan penyemprotan mengunakan nutrisi organik secara rutin dengan interval 7 hari sekali. Pemberian nutrisi organik bertujuan untuk memberikan asupan yang cukup pada tanaman, sehingga tanaman tetap sehat. Tanaman yang sehat memiliki daya tahan yang baik dari serangan hama penyakit.

Sumber :

https://erakini.com/hama-dan-penyakit-buah-naga/    

https://kotakbelajaragro.blogspot.com/2013/07/hama-penyakit-tanaman-buah-naga.

https://balitbu.litbang.pertanian.go.id/images/infopublik/laptah2016

 

(Siti Khusniyati, SP dan Sarni, STP/Penyuluh Pertanian BPTP Balitbangtan Sumsel)










    Komentar Via Website : 4
    ajian mantra
    29 September 2019 - 08:33:46 WIB
    dfdas
    14 Oktober 2019 - 16:16:00 WIB
    The article is very nice, thank you for sharing it! I'm not fully through yet (it is extremely long) but it seems well researched and detailed.

    <a href="https://sdfsdfsdf.ir/Content/Blog/93">& amp;#1587;&#1740;&#1576;&#1587;&#1740;&am p;#1576;</a>

    <ahref="http://sfsdfsdfs.ir">&#1587;&#1 740;&#1576;&#1587;&#1740;&#1576;&#158 7;&#1740;&#1576;</a>

    <ahref="https://rwerwrwrw.ir/Content/Products/91"& gt;&#1587;&#1576;&#1587;&#1740;&#1576 ;&#1587;&#1740;</a>
    dfdsf
    14 Oktober 2019 - 16:17:04 WIB
    The article is very nice, thank you for sharing it! I'm not fully through yet (it is extremely long) but it seems well researched and detailed.

    &#8203;https://ariyanbeton.ir/Content /Blog/93

    &#8203;http://puyapardaz.ir

    &a mp;#8203;https://persianraisins.ir/Content/Products/91
    n
    &#8203;https://persianraisins.ir/Content/Product s/111

    &#8203;http://nilpala.com/content/blog/2 60

    &#8203;http://nilpala.com/content/services/ 300

    &#8203;http://nilpala.com

    &#820 3;http://sekhavatgroup.com/Content/Products/8

    http ://puyapardaz.ir/content/blog/706

    https://atlascha man.com

    https://betonariyana.ir/Content/Blog/%D8%B 1%D9%86%DA%AF-%D8%A8%D8%AA%D9%86

    https://betons.ir /Content/Products/%D8%A8%D8%AA%D9%86-%D8%B1%DB%8C%D8%B2%D B%8C-%D8%A8%D8%A7-%D9%85%D8%A7%D9%84%D9%87-%D9%BE%D8%B1%D 9%88%D8%A7%D9%86%D9%87-%D8%A7%DB%8C

    https://betona riyana.ir/Content/Products/%D9%BE%D9%88%D8%AF%D8%B1-%D8%A 8%D8%AA%D9%86
    alienhalek
    15 Oktober 2019 - 15:43:40 WIB
    <a href="https://www.flatmeds.com/product/tadalista-60-m g/">Tadalista 60 Mg</a> Do you have Flaccid penis &amp; Desire to long lasting s**ual experience without early discharge? Buy Tadalista 60 with Free Shipping available + 20% OFF

    https://www.flatmeds.com/product/tadalista-60-m g/
    AwalKembali 1 LanjutAkhir


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)