Info Teknologi

BUDIDAYA SAYURAN DI DAERAH PERKOTAAN

Administrator | Rabu, 18 Maret 2020 - 15:36:24 WIB | dibaca: 86 pembaca

Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman ,merata, dan terjangkau. Salah satu sumber daya yang belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah lahan pekarangan. Pekarangan merupakan salah satu bentuk usahatani yang belum mendapat perhatian, meskipun secara sadar telah dirasakan manfaatnya. Di perkotaan yang tidak memiliki lahan pekarangan maka bertanam sayuran dapat dilakukan di dalam pot atau dilakukan secara vertikultur. Salah satu upaya untuk meningkatkan potensi lahan pekarangan dapat dilakukan  dengan penanaman sayuran dalam polybag/pot. Penanaman dalam pot yang harus diperhatikan diantaranya adalah campuran media tanam dan volume media tanam dalam pot. Peningkatan kesuburan tanah sebagai media tanam dapat dilakukan dengan penambahan bahan organik sebagai campuran baik saat penyiapan media sebelum penanaman maupun saat berlangsungnya pertumbuhan tanaman.  Penambahan bahan organik dapat dilakukan dengan memanfaatkan limbah bahan organik yang tersedia seperti arang sekam dan serbuk gergaji kayu. Penambahan arang sekam dan serbuk gergaji kayu pada tanah sebagai media tanam selain dapat menambahkan unsur hara juga dapat menjadi pembenah tanah tetapi tidak sebagai sumber hara utama, maka perlu ditambah dengan pupuk kandang pada campuran media tanam. Penambahan serbuk gergaji kayu pada media tanam dapat mengurangi kepadatan tanah sehingga aliran drainase dan perakaran mendapatkan kondisi yang lebih baik, tetapi serbuk gergaji kayu sulit terdekomposisi, karena mengandung selulosa dan lignin yang lebih besar dari komponen kimia lainnya sehingga unsur hara yang terkandung di dalamnya lambat tersedia bagi tanaman.  Hasil penelitian menyatakan tanaman caisin yang ditanam pada media tanam campuran tanah+pupuk kandang  ayam + arang sekam dapat meningkatkan berat basah tanaman caisin sebesar 230 gr/tanaman dan berat konsumsi sebesar 170 gr/tanaman dibandingkan media tanam campuran tanah+pupuk kandang ayam+serbuk gergaji kayu.

Volume media tanam atau ukuran pot yang terlalu besar  akan menyebabkan pemborosan tempat, tenaga, biaya operasional, sedangkan volume media tanam yang terlalui kecil akan menyebabkan penghambatan perkembangan akar. Volume media tanam  berpengaruh terhadap tiga faktor utama, yaitu kemampuan menyimpan dan menyuplai hara, menahan dan menyuplai air, menyuplai oksigen dan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan akar. Hasil penelitian mengatakan bahwa  bobot media tanam 3,0 kg berpengaruh nyata dengan bobot media tanam 1,5 kg terhadap berat segar tanaman sawi sendok (pakcoy) dimana berat segar tanaman sawi sendok tertinggi dicapai oleh media tanam 3,0 kg rata-rata 44 gr/tanaman. Volume media yang baik untuk budidaya tanaman adalah volume media yang mampu menunjang pertumbuhan dan perkembangan akar serta mencukupi kebutuhan tanaman akan air dan unsur hara.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil sawi pakcoy pada volume media 3 kg lebih rendah dibandingkan 5 kg akan tetapi input yang dikeluarkan pada perlakuan volume 3 kg jauh lebih rendah dibandingkan volume 5 kg.  Oleh sebab itu volume media 3 kg cenderung untuk dipilih dalam pengembangan sawi dalam pot di pekarangan. 

 

(Ir. Suparwoto/Peneliti BPTP Balitbangtan Sumsel)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)