Info Teknologi

STEVIA PEMANIS ALAMI RENDAH KALORI

Administrator | Kamis, 22 September 2022 - 14:44:27 WIB | dibaca: 7 pembaca

Stevia rebaudiana merupakan salah satu tanaman pemanis selain tebu, memiliki tinggi 1 meter yang berbentuk perdu berasal dari daerah Amambay bagian timur laut Paraguay ,dimana daunnya mengandung bahan pemanis yang dikenal dengan steviosida serta rebaudiosida dengan 300 kali tingkat kemanisannya disbanding sukrosa yang terdapat pada tanaman tebu. Manfaat lain dari stevia adalah memiliki kalori yang rendah ,tidak mempengaruhi kadar gula darah serta aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Pemanis stevia bisa berbentuk liquid dan kristal yang telah banyak dikembangkan oleh peneliti sebagaipemanis alami dalam produk makanan dan minuman yang aman bagi konsumen.

 

Penyebaran stevia sendiri sudah mulai berkembang dibeberapa negara asia dan eropa termasuk di Indonesia. Menurut data BPS tahun 2013 produksi gula nasional mencapai 2, 55 juta ton, sementara ekspor gula hanya 514 ton, sementara Indonesia mengimpor gula sebesar 3,34 juta ton dengan kata lain kebutuhan gula nasional yang diserap dalam negeri sendiri adalah 5,89 ton. Pada tahun 2017 produksi gula nasional semakin menurun yakni hanya 2,19 juta ton, eksport 2ribu ton sementara impor gula nasional sebesar 4,47 ton. Dari data tersebut diversifikasi tanaman sumber pemanis selain tebu sangat perlu dikembangkan di Indonesia mengingat bahawa pemanis dari tanaman tebu belum bisa memenuhi pasokan gula nasional, selain itu pemanis dari tebu juga kalori yang sangat tinggi yang bisa mengakibatkan diabetes , obesitas dan kerusakan gigi. Apalagi trend pola hidup sehat yang sedang berkembang sekarang adalah diet pemanis rendah kalori ,sementara bahan pemanis sintetis yang rendah kalori seperti sakarin, aspartame, siklamat belum bisa menjadi solusi pengganti gula dan diduga bersifat karsinogenik, maka stevia merupakan pemanis alami yang sangat potensial dikembangkan untuk mendmpingi gula tebu dan gula sintetis.

 

Di Indonesia masih banyak masyarakat yang belum mengenal stevia sehingga diperlukan sosialisasi yang lebih gencar agar lebih mengenal stevia dan perlahan beralih kepemanis ini sehingga hidup menjadi lebih sehat. Untuk saat ini segmentasi pasar untuk produk stevia berasal dari kalangan menengah keatas yang sudah menerapkan gaya hidup yang peduli terhadap kesehatan dan sadar akan bahaya penyakit diabetes sehingga mulai mengurangi konsumsi gula biasa dan beralih mengkonsumsi gula stevia selain itu juga masyarakat penderita diabetes yang memiliki ketergantungan terhadap produk pemanis buatan. Dengan strategi pemasaran yang tepat maka pemanis dari stevia akan semakin dikenal oleh masyarakat luas sehingga permintaan produk ini akan semakin meningkat. Secara teori bahwa strategi pemasaran harus mampu memberikan nilai tambah kepada konsumen dan bagaimana informasi tentang stevia sampai kepada mereka.

  Sumber:

https://mediaindonesia.com/ekonomi/348992/stevia-potensial-dikembangkan-jadi-pemanis-alami

http://repository.unika.ac.id/27051/2/17.I1.0048PRISKILA%20SEPTIANI%20KUSUMADEWI-BAB%20I_a.pdf

https://bkp2medan.karantina.pertanian.go.id/berita/detail/stevia-stevia-rebaudiana-merupakan-bahan-pemanis-dengan-kandungan-nol-kalori

  Penulis: Annisa, SP. (Penyuluh Pertanian BPTP Balitbangtan Sumsel)