Info Teknologi

TIPS MERAWAT KOPI AGAR BERBUAH LEBAT

Administrator | Rabu, 02 Mei 2018 - 09:13:36 WIB | dibaca: 8972 pembaca

Kopi merupakan tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan. Kopi memiliki sejarah panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selain sebagai sumber penghasilan bagi tidak kurang satu setengah juta jiwa petani Indonesia, kopi juga menjadi komoditas andalan ekspor dan sumber pendapatan devisa negara. Kopi Indonesia saat ini ditilik dari hasilnya, menempati peringkat ke empat terbesar di dunia. 

Semakin banyak buah kopi yang sanggup diproduksi oleh suatu tanaman, maka akan semakin besar pula keuntungan yang akan didapatkan. Sehingga petani berlomba-lomba melakukan upaya perawatan sedemikian rupa agar tanaman kopi miliknya mampu berbuah lebat.

Setidaknya ada 3 tahapan yang harus diperhatikan untuk meningkatkan produktifitas tanaman kopi yaitu pemupukan berimbang, pemangkasan dan Wiwilan.

1. Pemupukan berimbang

Tujuan pemupukan adalah untuk memenuhi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman kopi dan memperbaiki struktur kondisi media tanam. Apabila kebutuhan hara tersebut tidak terpenuhi maka pertumbuhan tanaman akan terhambat , kurus, layu dan tidak produktif. Pemupukan tanaman kopi harus dilakukaj secara tepat, baik tepat waktu, tepat jenis, tepat dosis maupun tepat cara pemberiannya. Biasanya frekuensi pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan.

Berikut ini jadwal pemupukan tanaman kopi :

a. Tahun pertama ; setiap tanaman dipupuk sebanyak 2 kali dalam setahun  menggunakan urea 25 gr, SP-36 25 gr, dan KCL 20 gr.

b. Tahun kedua : Pemupukan dilakukan memakai urea 150 gr, SP-36 70gr, dan KCL 40 gr pertanaman

c. Tahun ketiga : Pupuk yang digunakan pada tahap ini meliputi urea 75 gr, SP-36 70 gr, dan KCL 40 gr untuk setiap tanaman

d. Tahun keempat : Masing-masing tanaman kopi ditaburi pupuk setahun 2 kali dengan takaran urea 100gr, SP-36 90 gr, dan \kcl 40 gr.

e. Tahun kelima hingga kesepuluh : setiap dua kali setahun setiap tanaman kopi dipupuk menggunakan urea 150 gr, SP-36 10 gr, dan KCL 60 gr.

f. Tahun kesepuluh dan seterusnya : aplikasi pupuk dikerjakan juga dua kali setahun dengan dosis urea 200gr, SP-36 175 gr, dan KCL 80 gr.

 

2. Pemangkasan

Pemangkasan dilaksanakan dengan menghilangkan beberapa bagian tanaman kopi yang dianggap berpenyakit, cacat dan tidak produktif. Hal ini bertujuan untuk menigkatkan produktifitas pohon kopi serta membersihkan gulma yang tumbuh disekitarnya. Proses pemangkasan dapat dilakukan 2 kali setahun dan bisa dikerjakan bersamaan dengan penggemburan tanah.

Terdapat tiga jenis pemangkasan tanaman kopi yang perlu dilakukan antara lain pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi dan pemangkasan pemudaan.

a. Pemangkasan bentuk : tinggi pangkasan bentuk berkisar 1,5-1,8 meter dengan melakukan pemangkasan cabang primer teratas sebanyak 1 ruas pada akhir musim penghujan.

b. Pemangkasan produksi yaitu membuang wiwilan yang tumbuh keatas, cabang cacing, cabang balik dan cabang yang terserang hama sebanyak 3-4 kali setahun pada awal musim penghujan

c. Pemangkasan pemudaan dikhususkan pada tanaman tua dan tingkat produksi nya rendah dengan memotong miring batang setinggi 40-50 cm dari leher akar pada awal musim penghujan . Kemudian bekas potongan tersebut ditutupi aspal dan tanah disekitarnya kemudian dicangkul dan langsung dipupuk. Pelihara hanya 1-2 tunas yang pertumbuhan nya bagus . kemudian setelah dewasa tunas ini disambung dengan jenis kopi yang mutunya lebih baik.

 

3. Wiwilan

Agar kopi dapat menghasilkan buah dengan kapasitas yang banyak perlu dilakukan juga tahap wiwilan. Pada dasarnya ada dua jenis wiwilan untuk tanaman kopi yaitu wiwil kasar dikerjakan setiap bulan dan wiwil halus sekitar 3-4 bulan sekali.

Adapun cara wiwilan adalah dengan membuang cabang yang pertumbuhan nya kurang baik seperti tunas air, cabang kipas dengan harapan melakukan wiwilan maka pertumbuhan tanaman secara generative tidak terganggu sehingga mampu berbuah lebat, sehat dan bernas.

 

(Annisa, SP / Penyuluh BPTP Balitbangtan Sumsel)










Komentar Via Website : 29
KAPAL PESIAR
04 Juli 2018 - 16:22:07 WIB
<b><a href="http://perikanan38.blogspot.com">PERIKA NAN DAN KELAUTAN</a></b>
<b><a href="http://penyuluhpi.blogspot.com">PENYULU H PERIKANAN</a></b>
<b><a href="http://penyuluhku38.blogspot.com">KOMUN ITAS PERIKANAN</a></b>
<b><a href="http://hisyam38.blogspot.com">SANG PEMIMPIN</a></b>
<b><a href="http://ternak38.blogspot.com">PETERNAKA N</a></b>
<b><ahref="http://hidup38.blogspot.com">PERJALANAN HIDUP</a></b>
<b><a href="http://auto3838.blogspot.com">AUTO_PENY O</a></b>
KAPAL PESIAR
04 Juli 2018 - 16:24:35 WIB
herbamen obat kuat terbaik tanpa efek samping
09 Juli 2018 - 09:14:51 WIB
terimakasih informasinya http://goo.gl/8npLz8
herbamen obat kuat terbaik tanpa efek samping
09 Juli 2018 - 09:22:36 WIB
terimakasih informasinya http://goo.gl/8npLz8
Scott Sheveland
12 Juli 2018 - 11:07:10 WIB
I feel it interesting, your post gave me a new perspective! I have read many other articles about the same topic, but your article convinced me! I hope you continue to have high quality articles like this to share with veryone! http://www.geometrydash.me
jamu obat kuat herbal mujarab
14 Juli 2018 - 10:47:32 WIB
terimakasih informasinya http://goo.gl/F5p9g2 http://goo.gl/8npLz8
Cara Mengolah Kunyit Untuk Nyeri Sendi
26 Juli 2018 - 13:33:40 WIB
Cara Mengolah Kunyit Untuk Nyeri Sendi http://bit.ly/2LTzvZG


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)