Info Teknologi

PENYAKIT KRESEK PADA TANAMAN PADI SERTA UPAYA PENGENDALIANNYA

Administrator | Jumat, 13 Mei 2016 - 15:57:54 WIB | dibaca: 1923 pembaca

Penyakit Kresek dan Pengendaliannya BPTP Sumsel

Bakteri (bacterial leaf blight) merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman padi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris pv. oryzae. Penyakit umumnya banyak terdapat pada padi yang dipindah pada umur yang lebih muda. Selain itu juga terdapat lebih banyak pada tanaman yang dipotong ujungnya pada saat pemindahan. Kerugian hasil yang disebabkan oleh penyakit hawar daun bakteri (HDB) dapat mencapai 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat keparahan 20% sebulan sebelum panen, penyakit sudah mulai menurunkan hasil. Di atas keparahan itu, hasil padi turun 4% tiap kali penyakit bertambah parah sebesar 10%. Bahkan pada varietas yang rentan dan kondisi lingkungan yang mendukung kehilangan hasil padi dapat mencapai lebih dari 70% (Mev & Cruz, 2001).

Hasil survey sementara yang dilakukan Peneliti BB-Padi Sukamandi yang melibatkan peneliti dari BPTP Sumatera Selatan pada Februari 2012 menunjukkan bahwa penyakit HDB telah menyebar di beberapa lokasi di Sumatera Selatan. Padi yang terindikasi terinfeksi oleh patogen Xanthomonas campestris pv. oryzae ditemukan di beberapa lokasi yakni OKI (Kec. Lempuing dan Lempuing Jaya), OKU (Kec. Baturaja Timur dan Pengandonan), OKU Timur (Kec. Belitang Mulya, Belitang III, Belitang) dan Muara Enim (Kec. Tanjung Agung).

Gejala penyakit muncul 1-2 minggu setelah padi dipindah dari persemaian. Daun tanaman yang sakit berwarna hijau kelabu, mengering, helaian daunnya melengkung, diikuti oleh melipatnya helaian daun itu sepanjang ibu tulang daunnya. Umumnya serangan terjadi pada daun-daun yang lebih tua. Gejala penyakit akan sangat tampak jelas ketika padi memasuki stadia pembungaan. Gejala penyakit mudah dibedakan dari gejala serangan penggerek, karena pada serangan penggerek gejala lebih dulu timbul pada daun yang paling muda, sedangkan pada HDB justru pada daun-daun yang lebih tua (Semangun, 2004). Perkembangan penyakit ini sangat dipengaruhi oleh curah hujan total, adanya hujan lebat, banjir, air irigasi yang dalam, dan angin kencang serta diperparah oleh suhu yang tinggi (25-30oC).

Pengendalian yang dapat dilakukan di antaranya adalah:
• Menanam varietas yang memiiki ketahanan seperti Sintanur, Inpari 1, Inpari 4, Inpara 1, Inpara 2.
• Untuk varietas padi yang rentan, sebaiknya menggunakan bibit yang agak tua dan menanam 4-5 bibit per rumpun.
• Bibit padi yang dipindah tidak dipotong ujungnya.
• Penerapan sistem penanaman jajar legowo untuk mengurangi kelembaban.
• Pemupukan yang berimbang, dan sedapat mungkin mengurangi dosis N pada daerah yang endemik penyakit HDB.
• Tidak mengairi persemaian terlalu dalam atau terapkan sistem pengairan berselang.
• Penyemprotan tanaman dengan bakterisida seperti yang berbahan aktif fenazin-5-oksida, kasugamisin, klorobromoisosianuric A (CBIA) atau penyemprotan dengan streptomycin sulphat + tetrasiklin kombinasi 300 g + copper occichlorid 1.250 g/ha efektif membasmi perkembangan HDB










Komentar Via Website : 41
Rusmie
11 September 2016 - 22:48:53 WIB
Kontennya bagus-bagus sekali bos. Pake penulis profesional ya? Coba web jasa arsitek rumah di http://www.studio43-arsitekbanjarmasin.com/ murah ini juga pake. Pasti mantap pengunjungnya.
Andika
13 September 2016 - 06:20:19 WIB
Infonya sangat berharga sekali. Semoga webnya makin profesional seperti penyedia Jasa SEO Handal https://seohandal.com/ yang murah berkualitas di Indonesia ini.
Lowongan Uber Motor
12 Mei 2017 - 21:57:17 WIB
Uber membuka <a href="http://www.bagiin.info/2017/05/lowongan-kerja-u ber-motor-dan-uber.html">lowongan uber motor</a> dan uber mobil.

Daftar Uber motor dan Uber mobil sekarang, besok bisa langsung kerja!
vitasi
15 Mei 2017 - 14:39:07 WIB
Makin banuak saja jenis penyakit di tanaman padi. Trima kasih atas infonya.. Sangat bermanfaat, seperti <a href="http://vitasi.net/" target="_blank">vitasi.net</a> yang nyata memberi manfaat kepada masyarakat
vitasi
15 Mei 2017 - 14:46:59 WIB
makin banyak saja jenis penyakit di tanaman padi. Trima kasih atas infonya. sangat bermanfaat seperti <a href="http://www.vitasi.net/" target="_blank">vitamin asi</a> yang nyata memberikan manfaat untuk masyarakat
sharing kali
15 Mei 2017 - 18:35:05 WIB
Trima kasih, bagus sekali artikelnya..
<a href="http://sharingkali.com" target="_blank"> sharing kali</a>
sharing kali
15 Mei 2017 - 18:38:09 WIB
saya masih penasaran kelanjutannya
<a href="http://sharingkali.com" target="_blank">sharingkali</a>
tes
15 Mei 2017 - 18:52:56 WIB
Hpai Indonesia
15 Mei 2017 - 20:00:43 WIB
nampak hal ini harus di sosialisasikan terhadap petani yang ada di seluruh indonesia,,demi menjaga keberhasilan panen dan ting kerugian yang besar para petani harus tahu cara mengendalikan hama padi yang satu ini.
http://hpai.my.id
AwalKembali 123... 5 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)