Berita Pertanian

TIM SERGAP PUSAT DAN DAERAH BERSAMA BULOG TURUN LANGSUNG PANTAU SERAPAN GABAH DI OKU DAN OKUT

Administrator | Rabu, 11 Juli 2018 - 10:48:29 WIB | dibaca: 57 pembaca

Upaya mempertahankan swasembada pangan khususnya beras berkelanjutan terus mendapat perhatian serius pemerintah (Kementerian Pertanian). Upaya ini tengah dilaksanakan secara gencar  melalui kegiatan Sergap (serapan gabah atau beras) petani oleh Bulog di seluruh provinsi.

Berdasarkan laporan serapan beras medium (sebagai cadangan beras nasional) oleh Bulog hingga 10 Juli 2018 secara nasional serapan beras medium baru mencapai 1.079.870 ton dari target 2018 sebesar 2.724.000 ton atau baru 46,75%.  Realisasi serapan/pengadaan beras 10 terbesar berturut-turut di capai oleh Jatim, Jabar, Sulsel, Jateng, NTB, Lampung, DIY, Papua, Aceh & Sulteng. Hingga saat ini serapan  beras medium oleh Bulog Divre Sumsel masih rendah yaitu baru sebesar 5.364 ton setara beras dari target 80.000 ton atau baru 7,93%.

Untuk itu pada tgl 9-10 Juli 2018 Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian yang dipimpin oleh Sekretaris Badan, Ir. Mulyadi Hendiawan, MM bersama Kepala BPTP Balitbangtan Sumsel Dr.Ir. Priatna Sasmita, MSi. dan Tim, Kabid Pengadaan Beras Bulog Divre Sumsel Ninik Laswiati, SP serta perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan & Peternakan provinsi Sumsel kembali melakukan koordinasi dan tindak lanjut percepatan realisasi Sergap di Kabupaten OKU dan OKUT provinsi Sumsel. Kordinasi di wilayah sasaran dilaksanakan bersama Kepala Sub Divre Bulog Wilayah 3 OKU, Pak Junaidi dan Tim.

Kepala BPTP Balitbangtan Sumsel, menjelaskan bahwa rendahnya serapan beras medium oleh Bulog, diantaranya disebabkan oleh masih tingginya nilai jual Gabah Kering Panen (GKP) dan beras asalan  di tingkat petani kepada pengusaha gabah/beras yang datang dari luar Sumsel (Lampung, Jambi, Bengkulu, Babel dan bahkan dari Jakarta). Kondisi ini menyebabkan pula Pengusaha-pengusaha lokal turut menaikan harga GKP dan berasnya.

Sebagai upaya percepatan realisasi sergap, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan memberikan arahan agar Bulog divre Sumsel segera mengubah  pengadaan beras saat ini dari premium ke beras medium, selanjutnya menurut Sesba mekanisme pengadaan beras Bulog perlu dipercepat juga dengan memotong rantai pasok/pengadaan yang selama ini melalui mitra pengusaha besar menjadi langsung menyerap dari pengusaha-pengusah lokal pemasok beras asalan di penggilingan lokal/petani. Upaya ini tengah membuahkan hasil dengan ditandatanganinya kontrak pengadaan beras di Subdivre Bulog Wilayah 3 dengan pengusaha mitra pengadaan, yaitu: PT Sari Ayu (Bpk Sofik), PT  Panca Jaya (Bpk Habibur), dan PT Sinar Perintis (Bpk Windarto). (PS, AES)










Komentar Via Website : 3
Obat Sinusitis Di Apotik Herbal
12 Juli 2018 - 10:47:58 WIB
Obat Sinusitis Di Apotik Herbal

http://bit.ly/2KKJ1C1
Cara Mengobati Asam Lambung
12 Juli 2018 - 11:43:20 WIB
Selalu ada saja pembahasan menarik yang tersaji di sini. Jadi bikin betah bacanya :D
Salam sukses dari kami | https://goo.gl/Q1Jy7K |
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)