Info Teknologi

TEKNOLOGI TRANSFER EMBRIO PADA SAPI

Administrator | Jumat, 20 April 2018 - 08:21:46 WIB | dibaca: 124 pembaca

Secara alami, seekor induk sapi hanya mampu menghasilkan satu ekor anak setahun, atau rata-rata sapi betina hanya mampu menghasilkan kurang dari 8 ekor anak yang berkualitas selama hidupnya dengan separuh anak biasanya berkelamin jantan. Menghadapi kendala tersebut, maka teknologi Transfer Embrio (TE) bisa menjadi sebuah solusi.

 
TE ialah suatu proses mengambil embrio (flushing) dari uterus sapi donor yang telah diovulasi ganda (superovulasi) dan memindahkannya kedalam uterus sapi resipien (penerima) dengan menggunakan metode, peralatan dan waktu tertentu.

Teknologi ini merupakan generasi kedua bioteknologi reproduksi setelah inseminasi buatan (IB) yang paling sering diterapkan pada ternak sapi.

 

Tahapan Transfer Embrio berturut-turut yaitu; 1) pemilihan sapi donor dan sapi penerima (resipien), 2) sinkronisasi birahi/penyerentakan birahi, 3) superovulasi (usaha untuk mendapatkan ovum  lebih banyak dibandingkan dengan keadaan normalnya melalui pemberian hormone untuk merangsang terjadinya ovulasi ganda), 4) inseminasi semen/sperma pejantan unggul kepada  uterus betina unggul, 5) koleksi embrio, penanganan dan evaluasi embrio, transfer embrio ke resipien sampai pada tahap pemeriksaan kebuntingan dan kelahiran.

TE memiliki kelebihan dibandingkan IB. Hanya diperlukan waktu satu generasi (9 bulan) untuk dapat menghasilkan bibit murni (pure breed) lewat TE. Sedangkan dengan metode IB memerlukan waktu 15 tahun. Aplikasi TE dapat memberikan peningkatan perkembangan ternak bibit sapi unggul baik dari sisi pejantan maupun dari sisi betina. Selain itu, TE juga dapat mengurangi biaya transportasi penyebaran bibit sapi unggul serta mengurangi resiko penyebaran penyakit menular.

Teknologi ini merupakan dasar bioteknologi dalam mendukung rekayasa embrio yang lebih tinggi di bidang reproduks iternak. TE  memiliki manfaat ganda karena selain dapat diperoleh keturunan sifat dari kedua tetuanya juga dapat  memperpendek interval generasi sehingga perbaikan mutu genetic ternak lebih cepat diperoleh.

Teknologi TE di Indonesia dikembangkan oleh Balai Embrio Ternak yang berlokasi di Desa Cipelang, Bogor, Jawa Barat.betcipelang.ditjenpkh.pertanian.go.id merupakan unit pelaksana teknis yang berada di bawah direktorat jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI. BET Cipelang selain menyediakan embrio dari bangsa-bangsa sapi unggul juga menyediakan pelayanan teknis terkait Embrio Transfer sapi.

 

Yayan Suryana, S.Pt. (Penyuluh/BPTP Balitbangtan Sumatera Selatan)










Komentar Via Website : 9
Makanan Pencegah Kanker Serviks
06 Mei 2018 - 14:16:28 WIB
Terimakasih banyak atas informasi yang disajikan pada hari ini ! https://goo.gl/gWKMKE | https://goo.gl/Foz5To | https://goo.gl/bm6XiJ | https://goo.gl/qKsU2D | https://goo.gl/PGbRmM
Obat Kista Bartholin Agar Cepat Pecah
08 Mei 2018 - 10:32:05 WIB
Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa di ambil dari artikel ini. sukses selalu buat anda. https://goo.gl/2PwGHb
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)