Info Teknologi

TEKNOLOGI BUDIDAYA MANGGA

Administrator | Jumat, 02 Maret 2018 - 16:35:08 WIB | dibaca: 502 pembaca

Produksi dan mutu buah mangga dapat ditingkatkan dengan menerapkan teknologi budidaya mangga secara optimal. Teknologi budidaya mangga tersebut terdiri dari beberapa tahapan antara lain:

1.      Teknologi Penyiapan Lahan

­   - Pengolahan tanah minimum

­   - Pengolahan tanah menurut kontur tanah

­   - Pembuatan guludan pada lahan yang miring

­   - Saluran air untuk penyiraman

 2.      Teknologi Perbenihan

Benih yang digunakan harus bersertifikat dan bebas dari hama penyakit.

a.      Cara Pembuatan Benih

­  - Benih dihasilkan oleh penangkar benih binaan Dinas Pertanian.

­  - Benih harus dirawat di persemaian.

­  - Benih dihasilkan dengan cara okulasi (budding) dan sambung (grafting).

b.      Cara Pemilihan Benih yang baik

­  - Benih yang digunakan merupakan benih bermutu dan berlabel (biru-merah muda) dari varietas yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian.

­  - Benih berlabel bebas dari serangan hama penyakit.

­  - Benih harus berasal dari penangkar benih yang terdaftar dan berlabel, berasal dari pohon induk yang diterminasi dan mempunyai batang bawah yang kuat dan tahan terhadap penyakit.

 

3.      Teknologi Pemupukan

-        Rekomendasi pemupukan pada tanaman mangga mengacu pada keterbatasan air.

-        Pupuk organik dan non-organik diberikan secara bersama-sama.

-        Pupuk mikro sebaiknya diberikan dalam bentuk disemprotkan ke daun pada saat buah berumur 1 (satu) bulan.

-                   -     Penetapan dosis pupuk mengacu pada umum tanaman, hasil analisis tanah, dan analisis daun.

 

4.      Teknologi Pemangkasan

-        Pemangkasan bentuk pada tanaman mangga terdiri dari pemangkasan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) I, TBM II, dan TBM III mengikuti pola 1-3-9 dan seterusnya.

-        Pemangkasan pemeliharaan hanya cabang yang tidak diinginkan (tunas air, cabang bersudut kecil/cabang balik, cabang/ranting mati yang terserang OPT, cabang yang mengarah ke bawah, cabang overlapping/tumpang tindih) dipangkas sampai ± 1 cm dari pangkal batang.

-        Pemangkasan dilakukan setelah panen dengan memotong cabang/ranting untuk merangsang tumbuhnya tunas yang akan membentuk bunga.

5.      Teknologi Penyiangan

-        Penyiangan dilakukan dengan cara pengamatan besarnya populasi rumput/gulma di sekitar tanaman.

-        Gulma yang tumbuh di bawah tajuk tanaman dibersihkan dengan cara di cabut, sedangkan gulma yang tumbuh di sekitar batang tanaman dibersihkan dengan cara dicabut, disabit dan dicangkul.

-        Gulma yang telah dibersihkan kemudian dibumbun di sekitar tanaman.

-        Gulma dibiarkan tumbuh di luar kanopi untuk mengurangi penguapan terutama pada musim kemarau.

 

6.      Teknologi Pengairan

-        Pemberian air pada lahan yang beririgasi adalah saat pemberian pupuk kedua dan ketiga.

-      Pemberian air pertama (Pemupukan kedua), yaitu jumlah air yang diberikan sebanyak ± 30 liter per pohon, menjelang berbunga pemberian air dihentikan sampai bunga mencapai 100%.

-      Untuk merangsang pembungaan dapat dilakukan dengan cara stressing, dimana tanaman dikondisikan dalam keadaan kekurangan air, namun harus dijaga jangan sampai terlalu kering.

-       Pemberian air kedua (Pemupukan ketiga), yaitu jumlah air yang diberikan sebanyak 60 liter per pohon dengan frekuensi pemberian air seminggu sekali, menjelang buah tua (masak) pemberian air dihentikan.

 

7.      Teknologi Penjarangan Buah

-        Penjarangan buah dilakukan pada saat buah berukuran sebesar bola pingpong.

-        Pilih buah yang akan dibuang (ukuran kecil, tidak sehat, abnormal) dalam satu malai.

-        Pelihara buah yang mempunyai bentuk buah baik dan bebas dari hama dan penyakit serta menyisakan 2 – 3 buah.

-        Potong buah yang tidak baik dengan menggunakan gunting pangkas.

 

8.      Teknologi Pembungkusan Buah

-        Bungkus buah setelah penjarangan buah dilakukan.

-        Gunakan kain pembungkus berwarna untuk membedakan umur buah, sehingga memudahkan saat panen.

-        Tentukan waktu petik dan warna kain yang sudah diberi tanda warna tertentu.

-    Amati kantong pembungkus yang telah ditandai dengan pewarna kantong/pembungkus untuk diketahui waktu panennya.

-        Bersihkan kain pembungkus buah yang tidak terpakai lalu disimpan dengan baik.

 

9.      Teknologi Pengendalian Hama dan Penyakit

-        Pelaksanaan kultur teknis yang baik

-        Pengendalian hayati/biologis (pengendalian hama dan penyakit menggunakan musuh alami).

-        Sanitasi buah yang terserang dengan cara  dibenamkan ke dalam tanam ± 10 cm dan membuat perangkap untuk hama lalat buah.

-        Dianjurkan untuk menanam tanaman inang seperti cabe, pisang, ubi kayu, pepaya, jambu air dan belimbing di areal mangga.

-        Penggunaan pestisida merupakan alternatif terakhir, bila melewati ambang batas ekonomi, maka pestisida dapat digunakan secara berkala.

 

10.  Teknologi Panen

a.      Kriteria Panen Mangga :

­-  Umur buah antara 90 – 10 hari setelah pembuahan.

­Penampilan fisik buah, seperti kulit telah mengeluarkan bedak, lekukan ujung buah rata, lenti sel melebar dan bekas cabang tangkai mulai mengering.

­ - Pengetukan buah, yaitu dengan mengetuk buah, apabila bunyinya nyaring berarti buah tersebut masih muda sedangkan apabila bunyinya tidak nyaring berarti buahnya sudah masak.

­  - Penenggelaman buah ke dalam air, apabila tenggelam berarti buah telah masak dan siap dikonsumsi.

b.      Waktu Panen :

­  Waktu panen/petik buah disarankan sekitar pukul 10.00 pagi ke atas.

c.       Cara Panen :

-     Buah mangga dipanen berdasarkan indeks kematangan.

-     Diupayakan sisa tangkai buah panjang (minimal ± 1 cm).

 

11.  Teknologi Pasca Panen

-      Setelah dipanen, buah mangga direndam di dalam larutan Mango Wash (bentuknya berupa granule atau butiran berwarna putih yang dibuat dan dipasarkan di Australia) sebanyak 2,5 gram/100 liter air atau dapat juga menggunakan Laim atau Kalsium Oksid (bentuknya berupa powder atau bubuk berwarna putih yang dapat dibeli di toko kimia atau pupuk) sebanyak 200 gram/100 liter air.

-        Mango Wash atau Laim atau Kalsium Oksid berguna untuk menghilangkan minyak yang terdapat dalam getah buah mangga yang baru dipetik. Minyak dalam getah mangga dapat menyebabkan Sap Burn (warna coklat seperti terbakar pada kulit buah mangga).

-        Waktu maksimal perendaman buah mangga adalah 2 menit.

-        Buah mangga dikeluarkan dari air rendaman dan dibiarkan mengering.

-        Lakukan recooling dengan suhu 18 – 20oC selama 10 menit.

-    Untuk pengemasan, buah mangga disarankan untuk tidak ditumpuk.

(Sarni, STP/Penyuluh BPTP-Balitbangtan Sumsel)










Komentar Via Website : 17
Unibel Indonesia
04 Maret 2018 - 17:09:25 WIB
Petani di Indonesia, khususnya di Sumsel harus diberi pembekalan bagaimana cara membudidayakan mangga. Agar mereka lebih sejahtera dan potensi panennya meningkat.

Regard's

https://goo.gl/8GbY qV - Unibel Indonesia
Unibel Indonesia
04 Maret 2018 - 17:10:09 WIB
Petani di Indonesia, khususnya di Sumsel harus diberi pembekalan bagaimana cara membudidayakan mangga. Agar mereka lebih sejahtera dan potensi panennya meningkat.

Regard's

https://goo.gl/8GbY qV - Unibel Indonesia
Penyebab Kista Ovarium Dan Solusinya
05 Maret 2018 - 15:54:56 WIB
Terimakasih banyak atas informasi yang anda sajikan pada hari ini ! https://goo.gl/hwuBtD | https://goo.gl/WYFRjU | https://goo.gl/j7mIW3 | https://goo.gl/4Il7qh | https://goo.gl/OkmVBu
cek sertifikat pelaut
07 Maret 2018 - 17:08:24 WIB
terima kasih atas informasinya pak

http://ternak38.blogspot.com

http://elek tronika38.blogspot.com

http://hisyam38.blogspot.com

http://hidup38.blogspot.com

http://g ado2khpn.blogspot.com

http://auto3838.blogspot.co m

http://recars38.blogspot.com

http://penyu luhku38.blogspot.com

http://beautycare38.blogspot. com

http://traveling38.blogspot.com

http://f isherman38.blogspot.com
AwalKembali 12 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)