Info Teknologi

PENYIAPAN BENIH PADI LOKAL UNGGUL OLEH PETANI

Administrator | Sabtu, 20 Januari 2018 - 11:19:21 WIB | dibaca: 476 pembaca

Kesan padi lokal sebagai padi dengan potensi rendah, umur panjang dan tanaman relatif tinggi, di beberapa tempat saat ini sudah mulai diperhitungkan menjadi padi spesifik lokasi berproduksi tinggi setara dengan varietas unggul baru, bahkan ada yang lebih tinggi. Terlepas dari silsilahnya entah berasal dari padi lokal asli (landrase) turun temurun ataupun asal galur-galur hasil persilangan pemulia yang tidak terpilih, saat ini ditemukan berbagai padi yang diklaim petani sebagai padi lokal adaptif berproduksi tinggi. Kemajuan  padi lokal tersebut muncul  karena padi ini telah ditanam berulang-ulang oleh petani pada cekaman spesifik lokasi dalam waktu panjang, yang sekaligus hal ini merupakan proses seleksi secara alami. Oleh karena itu  padi lokal yang sekarang diklaim oleh petani sebagai padi unggul,  keragaannya sudah mirip varietas dan tentunya memiliki adaptasi spesifik lokasi. Hanya landrase atau galur yang adaptiflah yang bisa bertahan dengan kondisi spesifik tersebut.

Padi lokal unggul dataran tinggi di Sumatera Selatan (Sumsel) misalnya di Pagaralam, ditanam cukup luas oleh petani bahkan mencapai  sekitar  30% dari luas pertanam padi di sana. Ketinggian tempat lokasi pertanaman padi lokal tersebut rata-rata di atas 800 m dpl. Nama padi lokal yang diklaim petani antara lain: Ayik Keruh, Barokah, Buku Hitam, dan Setangkai. Di dataran tinggi lainnya yaitu di Lahat keempat padi lokal tersebut ditanam pula oleh petani secara luas. Provitas keempat padi lokal tersebut  berkisar antara 7-9 ton/ha, bahkan  bisa lebih dari 10 ton/ha GKP seperti di Lahat untuk padi Ayik Keruh atau Air Keruh.

Padi-padi lokal lainnya juga masih banyak ditanam di dataran tinggi, antara lain : padi Merah, padi Abang, padi Dayang Rindu, Gilas Madu, Rindik, Jambat Teras dan yang lainnya. Sebagian besar pertanaman di dataran tinggi ini secara morfologi menunjukkan relatif seragam. Keseragaman ini terbentuk karena petani selalu menyiapkan benih  dari pertanaman sebelumnya dengan cara memilih pertanaman yang sudah seragam serta sehat. Cara inilah yang menguatkan bahwa keragaan pertanaman asal benih tersebut dapat  dikatakan  hampir seragam secara morfologi dan  diduga pula seragam secera genetik.

Padi lokal unggul banyak pula dikembangkan oleh petani  di dataran rendah dan menengah. Padi-padi lokal dataran rendah banyak ditemukan di lahan pasang surut misalnya di Banyuasin. Padi lokal potensi hasil tinggi di lahan rawa pasang surut ini dikenal petani dengan nama: padi Kuda, padi Kemis, dan padi TW dengan umur berkisar 120-137 HSS (Hari Setelah Sebar). Rata-rata provitasnya berkisar antara 5,0-7,0 t/ha GKP. Rata-rata hasil ini tergolong tinggi di lokasi pasang surut.

Keseragaman pertanaman padi lokal pasang surut seperti di Banyuasin relatif berbeda dengan padi-padi lokal di dataran tinggi seperti di Pagaralam dan Lahat. Di pasang surut (Banyuasin) keragaan pertanamannya relatif tidak seragam. Berdasarkan informasi dari petani, di lokasi ini petani tidak menyiapkan benih secara khusus (menyeleksi) dari pertanaman sebelumnya. Penyiapan benih di lokasi ini hanya menyisihkan sebagian gabah dari hasil panen sebelum dijual, dan hal inilah yang menyebabkan saat benih tersebut digunakan pertanamannya tidak seragam. Namun demikian karena sudah bertahun-tahun ditanam secara terus menerus, pertanaman tersebut diduga  sudah merupakan  campuran  berbagai populasi yang masing-masing populasi telah memiliki keseragaman. Jadi kalau masing-masing populasi dipilah kemudian ditanam ulang, maka masing-masing pertanaman dalam populasi yang sama akan memiliki keseragaman.

Padi lokal unggul  saat ini dapat dijadikan  alternatif ditanam petani sebagai padi spesifik lokasi,  terlebih manakala VUB padi  yang direkomendasi belum tersedia. Karakter unggul dimaksud tidak hanya untuk provitas tinggi, namun juga untuk sifat unggul lainya seperti kualitas beras, aromatik, padi merah, padi hitam dan sifat unggul lainnya.  Terkait dengan padi lokal belum dilepas sebagai varietas, hal penting dalam pengembangan padi lokal oleh petani  saat ini antara lain adalah perlunya perbaikan penyiapan benih oleh petani sendiri. Caranya adalah seperti yang dilakukan oleh beberapa petani di Pagaralam dan Lahat, yaitu: cara pertama, memilih dan memanen bahan benih yang seragam dan sehat (terbebas dari penyakit atau hama) dari pertanaman, selanjutnya diproses (dikeringkan hingga kadar air 14%) dan disimpan sebagai benih untuk tanam berikutnya. Cara kedua, dengan  membuang tanaman yang menyimpang atau berbeda dari pertanaman lainnya yang seragam demikian pula  tanaman yang terkena hama dan atau penyakit, selanjutnya dipanen, diproses (dikeringkan hingga kadar air 14%) dan disimpan sebagai benih untuk musim berikutnya. Selanjutnya penyediaan benih untuk petani lainnya yang tidak menyiapkan benih sendiri, dapat dilakukan menukar dengan gabah konsumsi ke petani yang  menyiapkan benih tadi.

Melalui proses penyiapan benih padi lokal oleh petani sendiri diharapkan pertanaman padi lokal bisa seragam (homogen), sehingga selain produksinya tinggi kualitas berasnyapun lebih baik. Padi-padi lokal tersebut akan lebih baik bila dimurnikan melalui proses pemuliaan dan segera dilepas sebagai varietas unggul lokal, selanjutnya  benih tersebut segera diperbanyak agar dapat dikembangkan oleh petani secara luas.(PS)










Komentar Via Website : 27
7 Bahaya Paru-Paru Basah
24 Januari 2018 - 09:59:54 WIB
Tidak ada kata bosen untuk mengunjungi website yang satu ini ? https://goo.gl/Zh9Wxq | https://goo.gl/bEuK9b | https://goo.gl/MaU1UA | https://goo.gl/2IE3LH | https://goo.gl/apCiDa
Cara Alami Mengobati Sesak Nafas Terampuh
25 Januari 2018 - 15:03:02 WIB
Terimakasih banyak atas informasi yang anda sajikan pada hari ini ? https://goo.gl/40sWmH | https://goo.gl/5d2UcO | https://goo.gl/3OXaHu | https://goo.gl/0VTVsi | https://goo.gl/TSvY3m
Romli
28 Januari 2018 - 02:42:04 WIB
Luar biasa sekali yaa bibit lokal gak kalah bagus, salam http://www.jasabuattokoonline.com
cara membuat penyakit jantung
02 Februari 2018 - 09:23:49 WIB
Sangat bermanfaat informasinya .. sukses selalu buat anda.
AwalKembali 123 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)