Info Teknologi

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN SAYURAN DENGAN PESTISIDA NABATI

Administrator | Jumat, 22 Desember 2017 - 03:06:47 WIB | dibaca: 138 pembaca

P

estisida nabati berasal dari  tumbuhan seperti akar, daun, batang, dan buah.  Pestisida nabati memiliki beberapa keunggulan, diantaranya murah dan mudah dibuat oleh petani, relatif aman terhadap lingkungan, tidak menyebabkan keracunan pada tanaman, sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama, cocok digabungkan dengan cara pengendalian yang lain, dan menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.  Namun,  dalam penerapannya, pestisida ini juga memiliki kekurangan, yaitu daya kerjanya relatif lambat, tidak membunuh jasad sasaran secara langsung, tidak tahan terhadap sinar matahari, tidak tahan disimpan, serta kadang-kadang harus disemprotkan berulang-ulang.

 

Pestida Nabati dari Sirsak

Sirsak banyak terdapat di Indonesia.  Tanaman ini berasal dari Amerika Tropis, Amerika Tengah, dan Karibia.  Sirsak memiliki pohon kecil, tinggi pohon ± 4 m.  Sirsak banyak digunakan sebagai insektisida nabati.  Bagian tanaman yang dapat digunakan adalah biji, daun, akar, dan buah yang belum masak.  Beberapa hama yang dapat dikendalikan dengan pestisida nabati dari sirsak adalah Aphis, ulat, ulat tritip (Plutella xylostella), lalat buah, dan kumbang labu merah.

Cara menggunakan :

·   500 gram daun sirsak direbus dalam 1-2 liter air hingga mendidih dan dibiarkan hingga air tinggal seperempatnya.  Sisa larutan tersebut disaring dan dicampur dengan 10 – 15 liter.  Larutan ini sudah dapat disemprotkan pada tanaman yang terserang hama (Untuk 1 m2diperlukan 0,5 – 0,75 gram daun sirsak segar).

·    Sebanyak 2 kg daun sirsak digiling samapai halus, kemudian ditambah 500 cc air dan diaduk hingga merata.  Selanjutnya disaring dan filtratnya (hasil saringan) diletakkan di tempat sendiri.  Ambil 500 gram cabai rawit kering dan rendam dalam air selama semalam.  Hari berikutnya, cabai digiling/diblender sampai hancur, lalu disaring untuk memperoleh ekstraknya. Ambil 1 kg buah nimba yang telah dihancurkan lalu rendam dalam 2 liter air selama semalam, kemudian disaring.  Keempat larutan yang diperoleh tersebut, dicampur dengan 50 – 60 liter air dan disaring lagi.  Bahan ini sudah dapat disemprotkan dengan tanaman yang terserang hama.

 
 

Pestisida Nabati dari Nimba

 

Nimba berasal dari India yang dipakai sebagai obat untuk kesehatan manusia dan insektisida untuk tanaman.  Semua bagian dari nimbi cukup efektif untuk insektisida tanaman, tetapi yang paling efektif adalah bijinya.  Kegunaan zat-zat di dalam nimbi adalah sebagai insektisida, penolak hama, akarisida, penghambat pertumbuhan, fungisida, dan anti virus.  Zat-zat tersebut sebagai racun perut dan sistemik.  Hama yang dapat dikendalikan dengan menggunakan ekstrak daun nimbi, antara lain ulat tritip, ulat tanah, ulat grayak, tungau, thrips, lalat putih, dan semut.

 

Cara menggunakan :

-   Sebanyak 0,9 gram daun nimba yang telah ditumbuk, dicampur dengan 0,014 gram sabun.  Kemudian direndam selama satu malam.  Hari berikutnya, larutan tersebut disaring, kemudian diambil 3 liter dan dimasukkan ke dalam 9 liter air.  Larutan ini dapat digunakan untuk luas lahan 1 m2.  Tanaman disemprot pada hari ke 4 dan hari ke 8 sesudah berkecambah di persemaian dan sesudah dipindah ke lapangan dilakukan penyemprotan 2-4 kali seminggu untuk menghindari hama lalat putih.

-   Sebanyak 1,25 – 2 gram daun nimbi segar ditumbuk, kemudian direndam air selama satu malam.  Selanjutnya, larutan tersebut disaring dan ditambah air hingga menjadi 0,01 – 0,012 liter air.  Larutan ini bisa digunakan untuk lahan seluas 1 m2.

 
 Pestisida Nabati dari Kunyit

 

Kunyit berasal dari Asia Selatan (India) dan Asia Tenggara.  Kunyit mengandung termerone dan zat warna curcumin.  Rhizoma (batang dalam tanah) kunyit dapat digunakan sebagai insektisida maupun fungisida.  Hama dan penyakit yang dapat dikendalikan, yaitu aphis, ulat grayak, ulat, maupun tungau.

 

Cara menggunakan :

-  Rhizome (batang dalam tanah) kunyit sebanyak 4 kg ditumbuk dan ditambah dengan 3 -4 liter air urine sapi dan diaduk sampai merata.  Campuran tersebut diencerkan dengan 15 – 20 liter air ditambah dengan 4 cc emulsifier (misal getah karet). 

-  Sebanyak 500 gram rhizome kunyit ditumbuk dan direndam dalam 2 liter air selama satu malam.           Hari berikutnya, ekstrak tersebut ditambah 20 liter air kemudian disaring.  (Bunaiyah Honorita, SP dan Maya Dhania Sari, SP/Penyuluh BPTP-Balitbangtan Sumsel)










Komentar Via Website : 8
Obat Herbal Miom
28 Desember 2017 - 07:33:18 WIB
Obat Herbal Radang Paru-Paru
29 Desember 2017 - 14:27:09 WIB
Walatra Sarang Semut Kapsul
05 Januari 2018 - 09:18:34 WIB
Silakan kunjungi situs ini yang menyajikan berbagai cara pengobatan secara alami > https://goo.gl/QPXdz7 | https://goo.gl/hjPY7v | https://goo.gl/wDMuNn | https://goo.gl/uxAGbg | https://goo.gl/nwATkY
Obat Megar Wajah
12 Januari 2018 - 10:09:05 WIB
Cara Alami Mengobati Brucellosis
18 Januari 2018 - 08:49:09 WIB
informasinya sangat menarik untuk kita simak
http://tokogamatwalatra.com/cara-alami-mengobati- brucellosis/
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)