Info Teknologi

PENAMPILAN VARIETAS UNGGUL BARU DI LAHAN RAWA LEBAK

Administrator | Senin, 26 Februari 2018 - 11:10:10 WIB | dibaca: 506 pembaca

Lahan rawa lebak terdapat cukup luas di Indonesia, merupakan salah satu alternatif areal yang dapat dikembangkan untuk mengatasi kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya alih fungsi lahan setiap tahun.  Salah satu agroekosistem lahan sawah yang dapat memberikan sumbangan dalam meningkatkan produksi beras di Sumatera Selatan (Sumsel), yaitu lahan rawa lebak. 

Di Pulau Sumatera, lahan rawa lebak yang terluas terdapat di Provinsi Sumatera Selatan, yakni mencapai 2,98 juta ha. Namun lahan rawa lebak yang sudah dimanfaatkan untuk tanaman padi di Sumsel baru seluas 368.690 ha, yang terdiri dari 70.908 ha lebak dangkal; 129.103 ha lebak tengahan, dan 168.670 ha lebak dalam. Sehingga luas areal rawa lebak Sumsel yang belum dimanfaatkan seluas 2,60 juta ha. Salah satu komponen inovasi teknologi yang banyak diterapkan/diadopsi petani adalah varietas unggul. 

Varietas unggul baru merupakan salah satu teknologi inovatif yang handal untuk meningkatkan produktivitas padi, baik melalui peningkatan potensi atau daya hasil tanaman maupun toleran atau tahan terhadap cekaman biotik dan abiotik. Pembentukan varietas unggul baru terus dilakukan untuk menghasikan varietas dengan keunggulan yang makin beragam atau makin spesifik lokasi sesuai dengan potensi agroekosistem, kendala, dan preferensi konsumen atau pengguna.  Oleh karena itu, varietas merupakan salah satu teknologi unggulan dan utama dalam upaya peningkatan produksi dan nilai ekonomi padi.

Penanaman varietas padi yang adaptif pada lahan sawah rawa lebak adalah salah satu upaya penting yang perlu ditempuh sehingga produktivitasnya lebih tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit utama dan mempunyai kualitas beras yang baik.

Pada bulan April tahun 2017 dilaksanakan kajian di Desa Awal Terusan, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Iir, Sumatera Selatan.  Jumlah varietas  unggul yang dikaji 4 varietas label ungu/benih pokok (SS) yaitu Inpari 9, Inpari 30 Inpari 33, dan Inpara 4 serta varietas Mekongga dan IR 42 sebagai pembanding pada demplot  luasan 1 hektar. Menggunakan bibit tua 30 HST karena permukaan air belum surut. Jarak tanam legowo 2:1 (50 cmx 25 cmx 12,5 cm).  Pupuk yang digunakan 150 kg Urea, 100 kg SP-36 dan 100 kg KCl/ha.  Metoda yang digunakan adalah pengamatan langsung di lapangan (observasi) terhadap varietas unggul yang diperagakan. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan dari varietas Inpari 9, Inpari 30, Inpari 33 dan Inpara 4 termasuk pendek tidak terdapat yang rebah sehingga sesuai untuk ditanam pada lahan rawa lebak, dan dari aspek produksi maka Inpari 9 dan Inpara 4 mempunyai produksi rata-rata 7,6 ton gkp/ha lebih tinggi dari varietas lainya.  Kemudian produksi Mekongga lebih tinggi dari IR 42 yaitu 6,1 ton gkp/ha.

(Ir. SUPARWOTO/PENELITI BPTP-BALITBANGTAN SUMSEL)

 

 










Komentar Via Website : 12
dhdtjdt
28 Februari 2018 - 10:06:57 WIB
Obat Radang Tenggorokan Di Apotik Kimia Farma
02 Maret 2018 - 09:27:13 WIB
Obat Radang Tenggorokan Di Apotik Kimia Farma

http://goo.gl/yRXcEm
Penyebab Kista Ovarium Dan Solusinya
05 Maret 2018 - 15:56:37 WIB
Terimakasih banyak atas informasi yang anda sajikan pada hari ini ! https://goo.gl/hwuBtD | https://goo.gl/WYFRjU | https://goo.gl/j7mIW3 | https://goo.gl/4Il7qh | https://goo.gl/OkmVBu
AwalKembali 12 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)