Berita Pertanian

PANEN UPSUS PAJALE PASTIKAN SUMSEL SURPLUS DAN PASOK BERAS KELUAR

Administrator | Sabtu, 13 Januari 2018 - 10:21:49 WIB | dibaca: 101 pembaca

Sejak dilaksanakannya Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedele (UPSUS PAJALE) tahun 2015 oleh Kementerian Pertanian, produksi padi khususnya di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), terus meningkat secara nyata setiap tahunnya.  Pada tahun 2015 produksi gabah Sumsel sebesar 4.247.922 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara dengan 2.684.687 ton beras. Saat itu dengan jumlah penduduk Sumsel sebanyak 8.052.315 jiwa (BPS, 2016) dan asumsi konsumsi beras 102 kg per kapita sehingga total kebutuhan konsumsi sebanyak 821.337 ton beras, maka Sumsel Surplus beras sebanyak 1.863.350 ton. Setahun sejak pelaksanaan UPSUS Pajale yaitu pada 2016 produksi padi Sumsel meningkat nyata menjadi 5.074.613 kg GKG atau setara dengan 2.374.402 ton beras. Pada 2016 dengan jumlah  penduduk Sumsel sebanyak 8.164.242 jiwa, dan kebutuhan konsumsi beras sebanyak 832.752 ton, surplus beras Sumsel semakin meningkat menjadi sebanyak  2.374.402 ton atau meningkat  27,43%  dari tahun sebelumnya. Karena itu Sumsel terus pasok beras setiap tahunnya ke provinsi tetangga: Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, termasuk ke Lampung.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Selatan Dr. Priatna Sasmita, saat mengikuti panen bersama petani di Kecamatan Air Saleh, Banyuasin hari ini (13/01/18), mengemukakan bahwa strategi UPSUS PAJALE di Sumsel ditempuh antara lain melalui peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan peningkatan provitas. Peningkatan LTT didorong melalui percepatan waktu tanam serempak (intensifikasi) yang berimplikasi terhadap peningkatan Indek Pertanaman (IP), sedangkan peningkatan provitas didorong oleh penerapan inovasi dan teknologi unggul. Percepatan tanam serempak dengan dukungan inovasi teknologi yang tepat di seluruh Kabupaten/Kota di Sumsel, secara nyata tidak hanya meningkatkan provitas dan produksi, tetapi juga bisa tanam dan panen setiap bulannya, dengan kata lain tanam dan panen silih berganti.

Kondisi itulah yang menyebabkan secara nasional sepanjang tahun tidak ada lagi keadaan paceklik, tegas Sasmita.  Dikatakannya pula bahwa buktinya  hari ini (13/01/18) Sumsel masih melakukan  panen di beberapa Kabupaten/Kota antara lain di: Lubuk Linggau, Lahat, Musirawas, Musi Banyuasin dan di Banyuasin. Panen di Banyuasinpun berlangsung di berbagai tempat antara lain di Desa Sidoharjo dan Desa Srimulyo (Kecamatan Air Saleh), serta di beberapa desa sekitarnya (Kecamatan Muara Telang) dengan luas hamparan siap panen tidak kurang dari 500 ha. Di kawasan tersebut tumbuh bagus berbagai varietas unggul seperti Inpari dan Ciherang serta padi lokal.  Menurut petani setempat hasil dua tahun terakhir ini rata-rata sudah di atas 6,0 ton GKP, pada hal sebelumnya hanya 3-4 t/ha GKP. Panen di lokasi hari ini dihadiri pula Pj. Upsus Pusat untuk Banyuasin, para LO UPSUS PAJALE BPTP SUMSEL, PPL, POPT, Ketua Kelompok Tani Panca Usaha dan Kelompok Tani Usaha Muliya ( Desa Sidoharjo), Kelompok Tani Karya Tani (Desa Sri Mulyo) serta para petaninya.

Menurut Sasmita Strategi peningkatan LTT oleh Kementerian Pertanian terus ditingkatkan. Strategi ini selain ditempuh melalui percepatan tanam serempak, didukung pula oleh berbagai bantuan sarana dan prasaran melalui peningkatan luas jangkauan ketersediaan air yaitu: pembangunan atau rehab irigasi dan irigasi tersier; pembangunan embung, dam parit, long storage; bantuan pompa dan pipa irigasi; hingga cetak sawah baru. Di lain pihak dukungan peningkatan provitaspun terus mendapat perhatian pemerintah, seperti penyediaan/bantuan alsintan, Varietas Unggul Baru (VUB), Saprodi serta pendampingan penerapan inovasi  dan teknologi di tingkat petani. Lebih lanjut dijelaskannya pula bahwa indicator keberhasilan UPSUS PAJALE di Sumsel salah satunya adalah  meningkatnya realisasi tanam 2017 menjadi sekitar 1.100.000 ha dari 2015 yang hanya sekitar 891.435 ha. Dengan asumsi rata-rata provitas padi di Sumsel 5 t/ha GKG maka dapat diprediksi  bahwa Sumsel pada 2017 dapat memproduksi padi sebanyak kurang lebih  5,50 juta ton  GKG setara dengan 3,46 juta ton beras,  atau   naik   sekitar 1,10  juta ton beras dari tahun 2016. Preatasi ini tentunya membanggakan bukan hanya bagi masyarakat Sumsel tetapi bagi masyarakat Indonesia, sekaligus memantapkan Sumsel sebagai salah satu Lumbung Beras Nasional. ( PS )

 










Komentar Via Website : 1
Cara Mengobati Penyakit Retina Secara Alami
19 Januari 2018 - 13:41:45 WIB
Terimakasih atas sajian informasi yang sangat menarik ini ? https://goo.gl/RTQu40 | https://goo.gl/eD2TRz | https://goo.gl/C6jqqu | https://goo.gl/McWXHz | https://goo.gl/JwBxvs
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)