UPSUS

MENTAN PANEN RAYA DAN TANAM PADI BERSAMA PETINGGI NEGARA DI BANYUASIN

Administrator | Selasa, 30 Januari 2018 - 09:23:59 WIB | dibaca: 263 pembaca

Hari ini (29/01/18) merupakan hari yang berbahagia bagi petani Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel) karena dikunjungi para petinggi negara, dalam rangka panen bersama di hamparan ribuan ha padi yang telah menguning siap panen. Lokasi panen tepatnya berada di Upang Marga, Kecamatan Air Saleh. Panen bersama dihadiri Menteri Pertanian RI dengan sejumlah petinggi Negara, a.l.: Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, Komisi IV DPR RI, Kepala Stap Kepresidenan, Gubernur, Satgas Pangan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha, WAKASAD, PANGDAM, BARESKRIM, ASTERKASAD, dan Bupati Banyuasin. Kesan pertama para petinggi Negara saat memasuki hamparan padi yang menguning adalah betapa luas dan bagusnya pertanaman padi di pasang surut sekaligus meyakininya bahwa Sumsel surplus gabah saat ini. Hampir semua petinggi Negara yang hadir memberikan apresiasi terhadap kontribusi petani dalam swasembada pangan berkelanjutan serta dinyatakan layak hasil gabahnya diapresiasi dengan harga yang tinggi sehingga mensejahterakan kehidupannya. Menyoal impor beras, hampir semua petinggi termasuk Mentan berpihak kepada petani untuk tetap dapat menjaga produksi beras dan berharap tidak impor sehingga harga gabah/beras lebih baik.

Kabupaten Banyuasin merupakan merupakan lumbung beras di Sumsel. Sebagai contoh, total luas panen padi Banyuasin bulan Januari 2018 adalah 28.188 ha (setara beras 92.655 ton), kemudian Februari 103.503 ha (setara beras 340.218 ton), dan Maret 8.139 ha (setara beras 26.753 ton beras). Dengan asumsi jumlah penduduk Banyuasin 2017 sebanyak 833.625 dan kebutuhan konsumsi per kapita per bulan 8,48 kg, maka kebutuhan beras Banyuasin per bulan sebanyak 7.068 ton. Dengan demikian jelas Banyuasin Surplus beras; untuk bulan Januari surplus beras sebanyak 85.569 ton, Februari 333.132 ton dan Maret 19.667 ton.

Panen raya hari ini ini dilaksanakan di Desa Upang Marga pada hamparan 2.238 ha. Varietas yang dipanen antara lain Ciliwung, Inpari 30 Ciherang Sub-1, Inpari 32 HDB, Mekongga, dan IR-42. Produktivitas saat panen tercatat berkisar 5,5 – 7,0 ton GKP/ha. Produktivitas ini menunjukkan kemajuan yang berarti untuk daerah pasang surut dibandingkan 2 tahun lalu yang hanya sekitar 4 ton GKP/ha saja. Menteri Pertanian RI, Bapak Dr.Ir. Amran Sulaiman, MP dalam sambutannya menyatakan bahwa daerah ini dulunya rawa dan hanya dapat ditanami satu kali (IP100), namun sekarang sudah dapat ditanami dan dipanen dua kali setahun (IP200) dan dimintanya pula agar dapat ditanami tiga kali (IP300) tahun depan, Jelas Mentan. Di bagian dialog lainnya dengan berbagai pers nasional dan daerah di lokasi panen raya menyatakan bahwa basis produksi padi di Sumsel berada di lahan rawa pasang surut dan rawa lebak yang luasnya mencapai sekitar 400.000 ha, atau 67.48 % dari lahan baku sawah seluas 615.184 ha. Oleh karena itu prospek peningkatan produksi padi di Sumsel masih cukup tinggi.

Sebagai jawaban petani terhadap Mentan agar dapat meningkatkan IP menjadi IP300, usai panen raya bersama petinggi Negara, petani di lokasi sekaligus olah tanah dan tanam dengan alsintan. Dalam rangka percepatan tanam setelah panen dan olah tanah, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kementerian Pertanian menggelar demo alat tanam benih langsung yang dinamai “Amator” di lokasi panen raya. Demo dioperasikan oleh petani dan disaksikan oleh Mentan, beberapa petinggi Negara, Kepala Balai Besar Pengkajian Teknolgi Pertanian (Dr.Ir.Haris Syahbudin, DEA), Pj. Upsus Pusat untuk Banyuasin (Prof.Dr.Ir. Risfaheri, MSi) dan Kepala BPTP Balitbangtan Sumsel (Dr.Ir.Priatna Sasmita, MSi.)

Peneliti BPTP Balitbangtan Sumsel, Budi Raharjo, Ir. MSi, saat demo Amator menjelaskan bahwa alat tanam benih langsung dengan nama Amator merupakan salah satu jawaban terhadap permasalahan cara tanam benih langsung bagi petani di pasang surut yang sebagian besar melakukannya dengan menabur benih sehingga jarak tanam tidak teratur dan populasi terlalu rapat. Amator merupakan penggabungan alat tanam benih manual “drum seeder” ditarik dengan traktor. Tanam menggunakan Amator ini menghasilkan pertanaman berada dalam barisan-barisan dengan jarak teratur, benih lebih hemat (20-30 kg/ha), waktu tanam relative cepat 1,0-1,5 jam/ha dan umur tanaman lebih cepat sekitar 10 hari. Pengaturan jarak tanam melalui alat tanam tidak hanya menghasilkan pertanaman teratur dan memudahkan pemeliharaan, namun juga pertumbuhan tanaman lebih prima serta hasilnya meningkat secara signifikan, jelas Raharjo saat memandu demo Amator di lokasi.

Kepala BPTP Balitbangtan Sumsel Dr.Ir. Priatna Sasmita, MSi. dalam penjelasannya menyatakan strategi pengkajian peningkatan produktivitas lahan pasang surut masih terus dilakukan melalui optimalisasi peran komponen teknologi terhadap perbaikan lingkungan tumbuh yang berdampak terhadap peningkatan kualitas pertumbuhan dan hasil. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa salah satu komponen teknologi yang terus mendapat perhatian di lahan pasang surut adalah pengaturan jarak tanam.

Menurut Sasmita, sebagian besar petani di lahan pasang surut masih melakukan cara tanam benih langsung ditabur setelah olah tanah dengan jumlah benih yang banyak (50-70 kg/ha). Cara ini menyebabkan kerapatan tanaman cukup tinggi serta jarak tanaman tidak teratur sehingga berimplikasi terhadap kondisi iklim mikro (kelembaban, temperature, penetrasi cahaya dan kompetisi antar tanaman), selain itu pemeliharaan kurang kondusif. Apalagi pada lingkungan dengan curah hujan tinggi, cara tanam itu berpotensi pula terhadap perkembangan hama dan penyakit. Diharapkannya Amator segera dapat diimplementasikan oleh petani lahan pasang surut, sehingga tidak hanya waktu tanam lebih cepat dan benih lebih hemat, namun juga produksi meningkat, jelasnya di tengah-tengah keramaian Panen-Olah Tanah-Tanam. (PS)










Komentar Via Website : 10
Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak Di Apotik
05 Februari 2018 - 11:26:04 WIB
Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak Di Apotik

http://goo.gl/3Bs9eD
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)