Info Teknologi

LUMBRICUS RUBELLUS, CACING PEMBUAT PUPUK ORGANIK DAN MANFAAT LAINNYA

Administrator | Selasa, 09 Oktober 2018 - 10:05:49 WIB | dibaca: 68 pembaca

Lumbricus rubellus adalah binatang yang tergolong dalam kelompok binatang avertebrata (tidak bertulang belakang). Lumbricus rubellus merupakan cacing yang termasuk ke dalam filum Annelida yaitu cacing yang bersegmen seperti cincin dengan kelas Oligochaeta. 

Dilihat dari morfologinya, cacing ini memiliki ciri – ciri sebagai berikut : 1) panjangnya antara 80 – 140 mm, 2) tubuhnya bersegmen-segmen dengan jumlah antara 85 – 140. Segmentasi tersebut tidak terlihat jelas dengan mata telanjang, yang terlihat jelas di bagian tubuhnya adalah klitelum, terletak antara segmen 26/27 – 32. Klitelum merupakan organ pembentukan telur, 3) warna bagian punggung (dorsal) adalah coklat merah sampai keunguan, 4) warna bagian bawah (ventral) adalah krem, 4) pada bagian depan (anterior) terdapat mulut, tak bergigi, 5) pada bagian belakang (posterior) terdapat anus.  Selain itu, 6) cacing ini tidak memiliki mata, sebagai gantinya Lumbricus rubbelus memiliki prostimium yang merupakan organ syaraf perasa dan berbentuk bibir, 7) pada permukaan tubuhnya terdapat lendir yang berfungsi mempermudah pergerakannya di tempat yang padat dan kasar.

Siklus hidup cacing tanah Lumbricus rubellus secara umum, dimulai dari telur, cacing muda, cacing produktif, dan cacing tua. Berbagai penelitian menunjukkan lama siklus hidupnya hingga mati mencapai 1-5 tahun. Cacing tanah Lumbricus rubellus bereaksi negatif terhadap sinar matahari atau sinar lainnya, sinar ini dapat mematikan hanya dalam waktu satu menit.  Biasanya jenis ini kalah bersaing dengan jenis yang lain sehingga tubuhnya lebih kecil, tetapi bila diternakkan besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lain. Cacing ini sering ditemukan di bawah guguran daun atau tumpukan kotoran ternak, berbiak dengan cara reproduksi seksual, dewasa dalam 179 hari dengan masa hidup 682-719 hari, menghasilkan 79-106 cocoons per tahun per ekor cacing, dan merupakan cacing yang rakus.

Kotoran yang dikeluarkan oleh cacing tanah banyak mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman seperti nitrogen, fosfor, mineral, dan vitamin. pupuk organik yang kaya akan unsur hara kotoran kascing ini disebut pupuk kascing atau pupuk bekas cacing.  Bahan baku pembuatan pupuk kascing sama seperti pembuatan pupuk kompos/bokashi umumnya salah satunya dengan memanfaatkan limbah organik di lingkungan sekitar, perbedaannya terletak pada pembuatannya yang melibatkan jasa cacing tanah. Cacing tanah pada dasarnya adalah organisme saprofit, bukan parasit dan tidak butuh inang dan murni organisme penghancur sampah. Salah satu cacing tanah yang banyak dibudidayakan di Indonesia (cacing introduksi) dan dimanfaatkan dalam pembuatan kascing adalah cacing tanah jenis Lumbricus rubellus.

Secara umum keberadaan cacing di dalam tanah (termasuk Lumbricus rubellus) sering dijadikan indikator kesuburan tanah karena tidak hanya bermanfaat menghasilkan kotoran yang kaya akan unsur hara (pupuk kascing), cacing tanah juga berperan dalam proses pencampuran media – media di dalam tanah selain itu adanya lubang/liang di dalam tanah akibat aktivitas cacing tanah dapat membantu memperbaiki aerasi dan drainase dalam tanah.

Cacing tanah Lumbricus rubellus (dalam kondisi kering) memiliki kandungan protein tinggi (64-76%), lemak (7-10%), kalsium (0,55%), fosfor (1%), serat kasar (1,08%), dan auxin sebagai zat perangsang tumbuh untuk tanaman. Protein yang sangat tinggi terdiri dari setidaknya sembilan macam asam amino esensial dan empat macam asam amino non-esensial.  Berbagai penelitian menunjukkan bahwa cacing tanah Lumbricus rubellus mengandung enzim fibrinolitik (lumbrokinase), lumbrofebrin, lumbricin I, peroksidase, katalase, dan selulose, yang mana enzim-enzim ini berguna dalam pengobatan. Selain itu, kandungan asam arakhidonat dalam lumbrofebrin dapat menurunkan panas tubuh yang disebabkan infeksi. Bahkan disebutkan bahwa cacing tanah jenis Lumbricus rubbellus mendapatkan namanya karena cacing ini dapat menghasilkan zat antibiotik bernama Lumbricin yang dapat menekan pertumbuhan bakteri patogen seperti Salmonella typhi yang merupakan penyebab penyakit thypus. 

Dari beberapa kajian disebutkan bahwa dengan kandungan protein yang tinggi, cacing Lumbricus Rubellus memiliki banyak manfaat lainnya antara lain sebagai bahan pembuatan obat, kosmetik, dan bahan pakan ternak. 

(Yuana Juwita,SP dan Maulida Surayya,SP/Peneliti dan Penyuluh BPTP Balitbangtan Sumsel)










    Komentar Via Website : 1
    Online Assignment Help
    10 Oktober 2018 - 18:18:06 WIB
    Hello I am michael, SEO Expert in complete my assignment services. There is one information,Are your looking for someone to write your assignment, here are expert assignment helpers of <a href="https://www.allassignmenthelp.com/">Onl ine Assignment Help</a> well efficient and capable of creating unique assignments for students.
    AwalKembali 1 LanjutAkhir


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)