Info Teknologi

JARWO SUPER: TEKNOLOGI, TANTANGAN, DAN KENDALA

Administrator | Kamis, 28 Desember 2017 - 13:09:30 WIB | dibaca: 334 pembaca

P

rovinsi Sumatera Selatan mempunyai luas lahan sawah 774.502 ha, dengan produksi 141.427 ton.  Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan mempunyai respon positif dalam upaya peningkatan produksi padi melalui pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dan pemanfaatan alsintan. Produksi padi dapat ditingkatkan melalui peningkatan luas panen (IP, cetak sawah) dan peningkatan produktivitas (PTT, khususnya sistem tanam jajar legowo).

 

PENGERTIAN

Legowo berasal dari bahasa Jawa, lego yang berarti luas dan dowo yang berarti panjang.

 

Jajar legowo: cara tanam padi sawah dengan pola beberapa baris tanaman yang diselingi satu barisan kosong.

 

Jajar legowo super: sistem produksi padi yang menerapkan secara terpadu teknologi budidaya padi (inovasi Balitbangtan) berbasis cara tanam jajar legowo.

 

 

TEKNOLOGI YANG DITERAPKAN 

-     Varietas Unggul Baru (VUB), potensi hasil tinggi (spesifik lokasi)

-     Biodekomposer sebelum pengolahan tanah

-     Pemupukan hayati, serta pemupukan berimbang berdasarkan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) atau analisis tanah

-    Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dengan pestisida nabati dan pestisida anorganik berdasarkan ambang kendali

-     Penggunaan alsintan (khususnya transplanter dan combine harvester)

 

 KEUNGGULAN

-     Pemberian biodekomposer pada saat pengolahan tanah mampu mempercepat pengomposan jerami

-    Pemberian pupuk hayati sebagai seed treatment dapat menghasilkan fitohormon (pemacu tumbuh tanaman), penambat nitrogen, pelarut fosfat yang berfungsi meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah

-     Pestisida nabati efektif mengendalikan hama tanaman padi (seperti wereng batang coklat), aman terhadap lingkungan

-     Penggunaan alat mesin pertanian mampu menghemat biaya tenga kerja

 

PELUANG

-    Jika diterapkan secara full paket oleh petani, maka diperkirakan produksi dapat mencapai sekitar 10 ton GKG/ha per musim tanam

-    Delta penambahan produksi sebesar 4 ton GKG/ha per musim tanam dibandingkan dengan rata-rata produksi jarwo sebesar 6 ton GKG/ha per musim tanam

-    Dan jika diterapkan oleh petani terhadap misalnya 20% dari luas lahan sawah irigasi yang ada di Indonesia sekitar 4,8 juta ha (BPS, 2013) yaitu 960.000 ha maka produksi nasional akan bertambah sekitar 3,84 juta ton GKG/ha per musim tanam atau 7,68 juta ton GKG per tahun (setara 4,76 juta ton beras, rendemen 62%)

 

KENDALA

1.       Kondisi lahan

2.       Penyiapan pesemaian dapog

3.       Singkronisasi waktu tanam dengan kapasitas transplanter

4.       Keterampilan operator

5.       Bengkel

6.       Kesiapan sarana prasarana dan SDM pendukung

7.       Anomali iklim

8.       Gangguan OPT

 

(Bunaiyah Honorita, SP dan Maya Dhania Sari, SP/Penyuluh BPTP-Balitbangtan Sumsel)
 










Komentar Via Website : 11
Obat Herbal Radang Paru-Paru
29 Desember 2017 - 14:26:20 WIB
Walatra Sarang Semut Kapsul
05 Januari 2018 - 09:19:13 WIB
Silakan kunjungi situs ini yang menyajikan berbagai cara pengobatan secara alami > https://goo.gl/QPXdz7 | https://goo.gl/hjPY7v | https://goo.gl/wDMuNn | https://goo.gl/uxAGbg | https://goo.gl/nwATkY
Obat Megar Wajah
12 Januari 2018 - 10:06:21 WIB
Cara Mengobati Penyakit Retina Secara Alami
19 Januari 2018 - 13:42:35 WIB
Terimakasih atas sajian informasi yang sangat menarik ini ? https://goo.gl/RTQu40 | https://goo.gl/eD2TRz | https://goo.gl/C6jqqu | https://goo.gl/McWXHz | https://goo.gl/JwBxvs
Kista Bartholin Bisa Pecah Sendiri
19 Januari 2018 - 14:22:44 WIB
ahgagg
22 Januari 2018 - 12:50:24 WIB
makasih bro atas infonya
AwalKembali 12 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)