Berita Pertanian

BPTP GELAR PELATIHAN MANAJEMEN PASCAPANEN BERSAMA BULOG DAN KODAM II/SRIWIJAYA

Administrator | Rabu, 30 Januari 2019 - 18:52:29 WIB | dibaca: 59 pembaca

Dalam rangka mendukung pelaksanaan serapan gabah petani (SERGAP) di wilayah Sumatera Selatan terutama yang dikawal oleh Babinsa, dilakukanlah pelatihan mengenai Manajemen Pascapanen untuk Memperbaiki Kualitas Gabah dan Beras. Pelatihan yang diselenggarakan selama satu hari (30 Januari 2019) ini dilaksanakan atas kerjasama antara BPTP Balitbangtan Sumsel, Bulog Divre Sumsel dan Kodam II Sriwijaya.

 

Pelatihan diikuti oleh sebanyak 25 orang Babinsa yang berasal dari beberapa wilayah Komando Distrik Militer (KODIM) yakni Banyuasin, Musi Banyuasin dan OKI. Sebagai narasumber pada pelatihan yakni Budi Raharjo, STP, M.Si. berasal dari BPTP Balitbangtan Sumatera Selatan yang menyampaikan materi mengenai Penanganan Pascapanen Padi dan Yuli Suharni,SE dari Jastama Bulog yang menyampaikan materi mengenai Tata Cara Pemeriksanaan Gabah Beras.

 

Kegiatan diawali dengan arahan dari Kepala Bulog Divre Sumsel yang diwakili Kepala Bidang Pengadaan, Ninik Laswiati, SP., yang menyampaikan mengenai target SERGAP wilayah Sumsel serta kriteria mutu gabah maupun beras yang bisa diserap oleh Bulog. Menurutnya, tahun 2019 ini Bulog Divre Sumsel-Babel ditargetkan dapat menyerap sebanyak 70.571 ton setara beras, dimana sebanyak 56.514 ton setara beras ditargetkan bisa diserap pada periode Januari-Maret 2019. Selanjutnya, demi keamanan stok yang disimpan sebagai cadangan, gabah atau beras yang akan diserahkan ke Bulog dihasruskan memiliki mutu sesuai dengan Inpres No. 5 Tahun 2015. Untuk gabah GKG, syarat mutu yang harus dimiliki yakni KA 14%, persentase hampa/kotoran 3%, sedangkan beras harus memiliki kriteria KA 14%, derajat sosoh 95%, butir patah 20% dan menir 2%.

 

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala BPTP Balitbangtan Sumsel Ir. Amirudin Pohan, M.Si. Dalam arahannya, beliau berharap agar setelah diadakannya pelatihan ini, peserta bisa memahami mengenai syarat mutu serta prosedur penanganan gabah/beras agar bisa memenuhi standar yang dipersyaratkan. Peserta selaku pendamping di tingkat lapang, dapat meminimalisir serapan gabah/beras yang masih di bawah standar, sehingga saat pengambilan sampel maupun pemilihan sampel gabah/beras di tingkat lapang dapat lebih akurat (sesuai persyaratan). Selain itu, diharapkan serapan gabah yang ditargetkan Bulog dapat terpenuhi.

 

Selanjutnya adalah penyampaian materi yang disampaikan oleh Bpk. Budi Raharjo yang secara rinci menjelaskan mengenai proses penanganan pascapanen padi mulai dari: penentuan Saat Panen, Pemanenan, Penumpukan Sementara di Lahan Sawah, Pengumpulan Padi di Tempat Perontokan, Penundaan Perontokan Perontokan, Pengangkutan Gabah ke Rumah Petani, Pengeringan Gabah, Pengemasan dan Penyimpanan. Menurutnya, mutu gabah/beras yang dihasilkan akan sangat terkait dengan proses panen maupun pascapanen. Proses panen dan pascapanen yang tidak sesuai dengan Good Handling Practices (GHP) akan berdampak pada menurunnya kualitas maupun kuantitas gabah/beras.

 

Materi terakhir disampaikan  Yuli Suharni, SE mengenai Tata Cara Pemeriksaan Gabah Beras. Menurutnya, pemeriksaan kualitas beras/gabah PERUM BULOG (PD-04/DO200/01/2017) yakni serangkaian kegiatan mulai dari pengambilan sampel sampai dengan pelaporan hasil analisa kualitas pada kegiatan pengadaan gabah/beras, kegiatan pengolahan, dan apabila diperlukan untuk kegiatan lainnya sesuai tata cara pemeriksaan kualitas gabah/beras/komoditas yang ditetapkan oleh Perum BULOG. Secara lengkap dijelaskan mengenai prosedur pemeriksaan kualitas gabah dan beras, yakni mulai dari 1) jenis peralatan yang dibutuhkan untuk uji kualitas gabah dan beras, 2) tata cara pengambilan contoh (di atas alat angkut atau di penggilingan), 3) pelaksanaan pengambilan contoh dan pemeriksaan kualitatif dan kuantitatif, 4) tata cara pemeriksaan kualitas gabah dan beras yang meliputi persyaratan umum, khusus dan bagan tata laksana serta 5) penetapan hasil pemeriksaan kualitas gabah/beras.

 

Kegiatan diakhiri dengan praktik penentuan mutu gabah dan beras yang dipandu langsung oleh Tim Jastama Bulog Divre Sumsel. Peserta dibagi menjadi 5 kelompok kecil dan secara bersama-sama melakukan analisa mutu terhadap sampel gabah atau beras.

 

Acara ditutup oleh Wanwil Sterdam II/Sriwijaya, Kapten Oki. Dalam penutupannya disampaikan ucapan terimakasih atas terselenggaranya acara pelatihan ini. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan dapat diaplikasi langsung ke lapangan. (AES)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)